(Taiwan, ROC) --- Banyak orang harus berangkat pagi-pagi buta untuk tiba di lokasi kerja, karena berbagai faktor yang membuat jarak antara tempat kerja dengan rumah mereka sangat jauh. Hal ini membuat waktu istirahat (tidur) menjadi permasalahan utama.
Perusahaan Jepang, "Myhome", melakukan survei terhadap 400 pria dan wanita yang melakukan perjalanan komuter di 4 prefektur Kanto (Kanagawa, Chiba, Saitama dan Ibaraki).
Hasil survei menunjukkan bahwa orang-orang yang melakukan waktu perjalanan melebihi 1 jam akan mengalami stress 8 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang waktu perjalanannya kurang dari 30 menit.

圖: LINETODAY
Semakin Lama Waktu Perjalanan, Semakin Pendek Waktu Tidur, Berdampak Pada Kesehatan
Survei tersebut membagi hasil survei menjadi tiga kategori berdasarkan waktu perjalanan, masing-masing di bawah 30 menit, 30 menit hingga 1 jam dan lebih dari 1 jam.
Hasilnya menunjukkan bahwa semakin lama waktu perjalanan, ada kecenderungan waktu tidur semakin berkurang, dengan pekerja yang memiliki waktu perjalanan lebih dari 1 jam, maka rata-rata hanya tidur sekitar 5 jam 54 menit.
Banyak laporan telah menunjukkan bahwa waktu tidur kurang dari 6 jam dapat berdampak negatif pada kesehatan, termasuk penurunan konsentrasi, efisiensi kerja, dan sistem kekebalan tubuh, serta dapat meningkatkan risiko stres dan penyakit kronis.
Meskipun 79% komuter menganggap "tidur" sebagai hal terpenting saat berada di rumah, tetapi 66,2% merasa tidak puas dengan kualitas tidur mereka.

圖: 聯合報
Waktu Perjalanan yang Panjang dapat Menyebabkan Beban Psikologis
Penelitian membuktikan bahwa semakin lama waktu perjalanan, maka semakin kuat tekanan yang dirasakan terhadap waktu komuter.
Hasil survei memperlihatkan bahwa dari kelompok yang memiliki waktu perjalanan lebih dari 1 jam, 16,7% di antaranya mengatakan tidak ada tekanan, tetapi 33,8% lainnya merasakan "tekanan ekstrem" dari perjalanan mereka.
Sebaliknya, di antara orang-orang dengan waktu perjalanan kurang dari 30 menit, hanya 4,2% yang merasakan tekanan ekstrem, dan 41,7% sama sekali tidak merasakan tekanan. Hasil ini menunjukkan bahwa waktu perjalanan yang panjang memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap beban psikologis.
Selain itu, menurut penelitian dari Inggris memperlihatkan bahwa setiap penambahan 20 menit waktu perjalanan sehari setara dengan pengurangan gaji sebesar 19%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mempersingkat waktu perjalanan atau berjalan kaki ke tempat kerja dapat secara efektif meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Oleh karena itu, mengurangi tekanan perjalanan juga dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental serta efisiensi kerja.