(Taiwan, ROC) --- Ditjen Klimatologi Sentral (CWA)mengeluarkan peringatan suhu rendah akibat pengaruh massa udara dingin yang datang dari belahan utara bumi, dengan kemungkinan suhu di beberapa daerah turun di bawah 10C.
Dalam rentang waktu sembilan hari saja, yakni semenjak 9 Desember hingga 17 Desember 2024, tercatat 357 kasus henti jantung-paru non-traumatik. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk menjaga kehangatan tubuh dengan baik.
Spesialis paru dan perawatan intensif, Dokter Ooi Hean (黃軒), menjelaskan bahwa penurunan suhu drastis dapat meningkatkan risiko kematian mendadak. Bukan hanya penderita penyakit kronis, bahkan flu biasa pun bisa memicu kematian mendadak di musim dingin.
Melalui halaman Facebook-nya, Dokter Ooi Hean menjelaskan penyebab utama kematian mendadak saat cuaca dingin ekstrem. Penelitian internasional menunjukkan bahwa pada musim dingin dan kering, tanpa upaya menjaga kehangatan yang konsisten, udara dingin dapat meningkatkan risiko pembentukan pembekuan darah dalam tubuh, yang bisa menyebabkan stroke dan serangan jantung. Selain itu, semakin besar perbedaan suhu, semakin tinggi tingkat kematian.
Risiko mulai meningkat saat perbedaan suhu melebihi 5C, apalagi jika terjadi penurunan drastis lebih dari 10C dalam beberapa jam.
Dokter Ooi Hean lebih lanjut menjelaskan bahwa berkumpul dalam ruangan tertutup juga menjadi penyebab kematian mendadak. Karena cuaca yang terlalu dingin, orang enggan keluar rumah dan saat berkumpul cenderung tidak memakai masker atau menjaga jarak aman, yang mengakibatkan virus pernapasan musim dingin mudah menyebar melalui droplet.
Ia menambahkan, penelitian juga menunjukkan bahwa cuaca dingin ekstrem membuat orang enggan keluar rumah, sehingga meski sakit mereka memilih bertahan di rumah, yang akhirnya menunda waktu pengobatan.
Mengenai penyakit kronis yang berisiko tinggi menyebabkan kematian mendadak di musim dingin, Dokter Ooi Hean merinci bahwa sebagian besar adalah penyakit kardiovaskular. Penyakit non-kardiovaskular lainnya meliputi kanker, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, dan penyakit metabolik.
Yang perlu diperhatikan, di musim dingin orang juga mudah terkena flu yang bisa berkembang menjadi pneumonia dan sesak napas, yang kemudian dapat memicu beban jantung atau aritmia, yang akhirnya dapat menyebabkan kematian mendadak.
Dokter Ooi Hean menambahkan, penelitian menunjukkan bahwa setiap penurunan suhu 1C akan meningkatkan angka kematian terkait penyakit kardiovaskular sebesar 1,6%.