(Taiwan, ROC) -- Jumlah pekerja migran asing di Taiwan mencapai lebih dari 800.000 orang dan hampir separuhnya adalah perempuan. Karena banyak pekerja migran perempuan datang ke Taiwan pada usia produktif, mereka sering kali menghadapi tantangan melahirkan dan membesarkan anak di negeri asing. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Taiwan tentang situasi para ibu migran ini, serta memperkenalkan peraturan dan hak terkait kehamilan bagi pekerja migran, Asosiasi Layanan Publik (SPA) Taoyuan bersama Institut Jerman di Taipei menyelenggarakan pameran "Women no cry: Kisah Hidup Ibu Migran", sekaligus meluncurkan buku "Kumpulan Kisah Hidup Pekerja Migran Perempuan" yang memuat cerita dari 10 pekerja migran perempuan, menampilkan perjuangan mereka menghadapi tekanan dan keberanian untuk melawan.
Pameran "Women no cry: Kisah Hidup Ibu Migran" resmi dibuka hari ini (19 Desember). Dalam konferensi pers pembukaan, salah satu tokoh utama buku tersebut, yaitu seorang pekerja migran bernama Rini, hadir untuk berbagi pengalaman pribadinya. Selain itu, turut diputar film dokumenter "When The Plane Passes By", yang diproduksi oleh Tsai Tsung-lung (蔡崇隆), produser pemenang Penghargaan Golden Horse untuk kategori Dokumenter Terbaik dengan film "And Miles to Go Before I Sleep". Film ini tidak hanya menggambarkan kehidupan sehari-hari di pusat penampungan, tetapi juga mengeksplorasi tantangan ibu migran dalam melahirkan dan membesarkan anak di negeri asing.
Kepala Divisi Kebijakan Migran SPA Taoyuan Wang Ying-da (汪英達), menjelaskan bahwa asosiasi ini mendirikan pusat layanan dan penampungan pekerja migran 10 tahun lalu. Hingga kini, terdapat tiga pusat penampungan yang melayani pekerja migran dari Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Dalam satu dekade terakhir, asosiasi ini telah membantu lebih dari 1.000 pekerja migran dalam hal penampungan, perselisihan ketenagakerjaan, atau konsultasi. Dari pengalaman tersebut, mereka menyadari banyak masalah struktural yang terjadi. Untuk meningkatkan empati masyarakat Taiwan terhadap para migran ini, maka mereka mengadakan “Women no cry: Kisah Hidup Ibu Migran".
SPA juga mengundang masyarakat yang tertarik pada isu pekerja migran dan hak asasi manusia untuk mengunjungi pameran ini, yang dibuka gratis hingga 23 Desember di Art Space A, Songshan Cultural and Creative Park.