History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Hanya Tidur 6 Jam Sehari! Ahli Ungkap Dampak Negatif Bagi Kesehatan

  • 15 December, 2024
  • 尤繼富
Hanya Tidur 6 Jam Sehari! Ahli Ungkap Dampak Negatif Bagi Kesehatan
Hanya Tidur 6 Jam Sehari! Ahli Ungkap Dampak Negatif Bagi Kesehatan 圖/PEXELS

(Taiwan, ROC) --- Tidur yang cukup memiliki dampak yang positif bagi kesehatan tubuh manusia. Baru-baru ini, pakar tidur asal Inggris, Dokter Sophie Bostock, melakukan eksperimen simulasi untuk melihat perubahan tubuh setelah 25 tahun pada orang yang hanya tidur 6 jam sehari.  

Untuk menggambarkan perubahan ini secara visual, Sophie Bostock menggunakan karakter virtual bernama Hannah yang menampilkan sosok nyata wanita Inggris di tahun 2050.

Menurut laporan media Bensons for Beds, survei menunjukkan bahwa rata-rata orang Inggris hanya tidur 6 jam 24 menit per malam, dan 71% dari mereka tidak mencapai waktu tidur yang direkomendasikan, yaitu 7 jam per malam.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas tidur, peritel perlengkapan tidur Inggris "Bensons for Beds" bekerja sama dengan Dokter Sophie Bostock menciptakan karakter virtual Hannah, memperlihatkan dampak jangka panjang dari kebiasaan tidur yang buruk.

Hasil simulasi menunjukkan Hannah mengalami kehilangan memori jangka pendek, penuaan kulit yang jelas, obesitas, dan kebotakan akibat kurang tidur berkepanjangan. Selain itu, kurang tidur dan ketidakmampuan otak untuk beristirahat menyebabkan berbagai masalah kulit seperti penyakit kuning dan kerutan.

Yang lebih buruk, kebiasaan hidup yang buruk dan kasur yang kurang mendukung telah menyebabkan perubahan bentuk pada punggungnya, serta meningkatkan sensitivitas terhadap rasa sakit.

每天只睡6小時「7壞處大揭密」 專家模擬25年後長相超恐怖| 祝你健康| 三立新聞網HEALTH.SETN.COM

Hasil simulasi menunjukkan Hannah mengalami kehilangan memori jangka pendek, penuaan kulit yang jelas, obesitas, dan kebotakan akibat kurang tidur berkepanjangan. 圖:每日郵報

Mengenai hal ini, Dokter Sophie Bostock menjelaskan bahwa penelitian membuktikan kurang tidur dalam jangka panjang meningkatkan risiko penyakit yang berhubungan dengan jantung, termasuk obesitas, penyakit jantung dan diabetes.

Dia juga menyebutkan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, semakin banyak penelitian tentang pentingnya tidur bagi kesehatan, karena banyak orang tidak menyadari bahwa pola tidur tidak teratur dan kurang tidur akan mengganggu ritme sirkadian, yaitu jam biologis 24 jam yang mengontrol berbagai fungsi tubuh.

Oleh karena itu, pakar tidur Dokter Sophie Bostock memberikan beberapa saran tidur, termasuk bangun di waktu yang sama setiap hari termasuk akhir pekan, menjaga rutinitas olahraga yang cukup, lebih banyak terpapar sinar matahari di siang hari, tidak makan minimal 2 jam sebelum tidur, dan meluangkan 30 menit terakhir setiap hari untuk relaksasi sebelum tidur, yang mana disinyalir akan membantu meningkatkan kualitas tidur malam.

Komentar

Terbarumore