(Taiwan, ROC) --- Seekor burung unta yang dipelihara di tepi Sungai Maoluo di perbatasan Taichung dengan Changhua kabur dan berkeliaran di jalan raya, mengganggu lalu lintas. Polisi Wuri yang tiba di lokasi tidak bisa langsung menangani situasi, mengakibatkan adegan kejar-kejaran antara polisi dengan burung unta pun terjadi.
Beruntung pemilik segera datang dan membantu menangkap burung tersebut. Meski demikian, sang pemilik tetap dikenai denda NT$600. Dan karena burung unta tersebut sudah beberapa kali tercatat kabur, maka pemiliknya memutuskan untuk menjualnya dengan harga NT$12.000.
Kejadian ini terjadi pada Kamis kemarin (12/12), ketika warga melaporkan adanya burung unta yang berkeliaran di jalan-jalan Wuri, membuat kendaraan harus menghindar. Polisi yang datang ke lokasi hanya bisa berhadap-hadapan dengan burung unta tersebut.

Seekor burung unta yang dipelihara di tepi Sungai Maoluo di perbatasan Taichung dengan Changhua kabur dan berkeliaran di jalan raya, mengganggu lalu lintas. 圖:YAHOOTAIWAN
Setelah pemilik tiba, area penangkapan bisa dipersempit dan dengan bantuan polisi, burung unta yang gelisah dan terus menjulurkan lehernya akhirnya bisa ditangkap.
Diketahui bahwa sang pemilik membeli empat ekor burung unta tersebut sekitar setahun lebih yang lalu dengan harga NT$6.000 per ekor dan biasa membiarkannya merumput di tepi Sungai Maoluo.
Namun karena sering kabur dan membuat masalah, pemilik memutuskan untuk menjualnya. Dari empat ekor burung unta yang ia miliki, satu sudah dijual sebelumnya, satu mati dimangsa anjing, dan yang kabur ini akan dijual, menyisakan satu ekor terakhir. Pemilik berharap burung unta terakhir ini akan tetap tenang dan tidak kabur.