History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kasus Flu Burung H5N1 pada Manusia Meningkat, Pakar: Virus Bermutasi Lebih Mudah Menular, Tak Menutup Kemungkinan Pandemi

  • 12 December, 2024
  • 鄭蕙玲
Kasus Flu Burung H5N1 pada Manusia Meningkat, Pakar: Virus Bermutasi Lebih Mudah Menular, Tak Menutup Kemungkinan Pandemi
Kasus Flu Burung H5N1 pada Manusia Meningkat, Pakar: Virus Bermutasi Lebih Mudah Menular, Tak Menutup Kemungkinan Pandemi (foto: Pexel)

(Taiwan, ROC) --- Belakangan ini, kasus infeksi flu burung H5N1 pada manusia terus meningkat di Amerika Serikat, dan berbagai negara juga mulai melaporkan kasus serupa. Para ahli internasional memperingatkan kemungkinan pandemi flu burung baru.

Pakar kesehatan Taiwan menyatakan bahwa peningkatan kasus pada manusia menunjukkan virus terus berevolusi dan menjadi lebih adaptif terhadap sel manusia.

Kemungkinan pandemi flu burung tidak pernah dikesampingkan, dan masyarakat dihimbau untuk mengurangi kontak dengan unggas serta rajin mencuci tangan guna mengurangi risiko terinfeksi.

Ancaman flu burung terhadap manusia kian meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir, infeksi H5N1 telah menyebabkan pemusnahan unggas ternak secara massal dan kematian burung liar di seluruh dunia.

Virus H5N1 yang biasanya hanya menginfeksi unggas, pada Maret tahun ini pertama kali menyebar di antara sapi perah di AS, dengan puluhan pekerja peternakan juga terinfeksi.

Para ahli memperingatkan adanya tanda-tanda mutasi virus yang dapat memicu gelombang pandemi.

Dokter Huang Gao-bin (黃高彬), Wakil Direktur Pusat Pengendalian Infeksi Rumah Sakit China Medical University menyampaikan bahwa kemungkinan pandemi flu burung tidak pernah dikesampingkan. Sejak tahun 1997, Hong Kong telah melaporkan kasus infeksi H5N1 pada manusia.

H5N1 dianggap lebih berbahaya daripada H7N9 karena tingkat kematiannya mencapai sekitar 33%. Situasi tahun ini sangat khusus, dengan terus bertambahnya kasus di berbagai negara bagian AS, sehingga perkembangan wabah ini perlu untuk terus dipantau.

Dokter Huang Gao-bin menunjukkan bahwa sejak kasus infeksi H5N1 pada manusia terjadi di tahun 1997, wabah penularan dari unggas ke manusia tidak pernah berhenti. 

Perkembangan wabah ini memang tidak bisa diabaikan. Jika virus terus berevolusi, maka bukan tidak mungkin akan menulari antar sesama manusia.

Dokter Huang Gao-bin mengatakan, "Karena di Amerika Serikat, jumlah kasus mulai meningkat, dan fenomena peningkatan ini menunjukkan bahwa virus ini lebih mudah beradaptasi dengan sel manusia, yang berarti dapat dengan mudah menempel pada sel tubuh kita. Setelah virus masuk ke dalam tubuh manusia, kemudian menyebabkan penyakit, jadi ini adalah hal yang perlu kita perhatikan."

Dokter Huang Gao-bin menyatakan bahwa Taiwan tidak memiliki kebiasaan makan ayam yang baru disembelih seperti di Hong Kong, sehingga risiko kontak dengan unggas akan lebih rendah.

Namun demikian, tetap tidak bisa mengabaikan kemungkinan droplet dari unggas yang mengandung virus terpapar ke manusia.

Oleh karena itu, ia menghimbau masyarakat untuk menghindari mengunjungi peternakan unggas sebisa mungkin. Jika harus berkunjung, maka disarankan memakai masker, dan harus berhati-hati saat berinteraksi dengan unggas.

Dokter Huang Gao-bin juga menghimbau masyarakat untuk tetap rajin mencuci tangan guna meminimalisir kemungkinan terinfeksi.

Komentar

Terbarumore