(Taiwan, ROC) --- Mantan Ketua Yuan Legislatif, Wang Jin-pyng (王金平), baru-baru ini mengajukan wacana baru tentang hubungan lintas selat, yang dikritik oleh anggota legislator dari Partai DPP, Puma Shen (沈伯洋), sebagai versi lain dari "Satu Negara, Dua Sistem".
Pada Rabu hari ini (11/12), Wang Jin-pyng menanggapi bahwa wacana barunya tidak ada hubungannya dengan "Satu Negara, Dua Sistem" atau prinsip "Satu Tiongkok", dan meminta para pengkritiknya untuk memberikan solusi keharmonisan dalam negeri dan perdamaian lintas selat.
Wang Jin-pyng mengusulkan wacana baru yang menyatakan bahwa "kekuasaan pemerintahan kedua sisi selat tidak saling tunduk, memiliki kedaulatan setara dan tidak saling berbagi". Ia berpendapat bahwa "pemerintahan terpisah tanpa pemisahan" adalah pendekatan paling praktis untuk menciptakan peluang perdamaian pada tahap ini.
Menanggapi dukungan Yayasan Ma Ying-jeou yang menyatakan bahwa usulan Wang Jin-pyng sejalan dengan pandangan mantan Presiden Ma, Wang Jin-pyng menjelaskan bahwa sebelumnya ia memang mengakui Konsensus 1992 sebagai landasan stabilitas dan perdamaian lintas selat.
Namun, ia menambahkan, "Saya dulu selalu menegaskan bahwa Konsensus 1992 adalah jangkar stabilitas dan perdamaian lintas selat. Memang benar, setidaknya selama delapan tahun itu situasinya stabil. Tapi sekarang, karena pemerintah saat ini pada dasarnya menolak Konsensus 1992, apa gunanya mengangkat hal itu lagi?"
Wang Jin-pyng menjelaskan bahwa wacana baru lintas selat yang ia usulkan merupakan sebuah kerangka dasar yang perlu diisi dengan berbagai elemen untuk dapat diimplementasikan. Ia berharap semua pihak dapat berkontribusi dengan itikad baik dalam kerangka tersebut.
Menurutnya, pertukaran lintas selat adalah hal yang penting. Tujuan dasarnya adalah mencari cara agar kedua pihak dapat berintegrasi, Taiwan dapat memperoleh keamanan dan stabilitas, kedua sisi selat dapat hidup dalam keadaan damai dan stabil, serta bersama-sama mencari kemakmuran bagi masyarakat Tionghoa.
Menanggapi kritik bahwa proposalnya memiliki makna yang sama dengan "Satu Negara, Dua Sistem", Wang Jin-ping dengan tegas menyatakan, "Jangan hanya berdasarkan beberapa kata dari satu orang lalu menganggap seluruh proposal seperti itu. Ini tidak benar. Apa hubungannya dengan 'Satu Negara, Dua Sistem'? Apa hubungannya dengan prinsip 'Satu Tiongkok'? Silakan cermati dan pelajari lebih dalam."
Ketika ditanya apakah ia bersaing dengan mantan Presiden Ma Ying-jeou dalam hal wacana lintas selat, Wang Jin-ping menegaskan bahwa ia tidak pernah memikirkan hal tersebut. Ia hanya melakukan apa yang perlu dilakukan, bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk persatuan dalam negeri dan keharmonisan lintas selat.