(Taiwan, ROC) --- Mantan anggota Dewan Kota Taoyuan dari fraksi Partai Demokratik Progresif (DPP), Wang Hao-yu (王浩宇), mengungkapkan di platform sosial Threads bahwa Lawson telah mengajukan pendaftaran merek dagang di Taiwan pada 30 Agustus 2024 kemarin.
Ruang lingkup bisnis yang diajukan termasuk "operasi dan manajemen toko waralaba", yang menunjukkan niatnya untuk secara resmi memasuki pasar minimarket Taiwan.
Lawson terkenal menarik pelanggan internasional dengan produk dan layanan uniknya, terutama ayam goreng "Karage Kun", sistem pembelian tiket, dan berbagai produk Jepang.
Menanggapi pemberitaan ini, banyak Warganet Taiwan yang kemudian menyatakan antusiasme mereka.
"Harus ada ayam gorengnya! Berharap bisa menghadirkan mesin penukaran koin seperti di Jepang, sangat praktis!" tulis salah seorang netizen.

Ayam goreng "Karage Kun" yang dijual di LAWSON Jepang, ternyata menjadi salah satu produk yang paling dinantikan netizen Taiwan. 圖/YAHOO
Ada juga yang berharap Lawson Taiwan akan menghadirkan sistem pembelian tiket untuk memudahkan pembelian tiket konser atau tempat wisata Jepang secara langsung.
Menanggapi strategi kemungkinan Lawson memasuki Taiwan, Wang Hao-yu menganalisis bahwa ada dua cara masuk yang dirasa mungkin. Pertama adalah membuka belasan gerai di wilayah tertentu dan secara bertahap memperluas pasar.
Kedua adalah melalui akuisisi merek minimarket yang sudah ada. Dia secara khusus menunjukkan bahwa di antara merek minimarket Taiwan, Hi-Life atau OK Mart bisa menjadi target akuisisi, dengan Hi-Life memiliki skala dan lokasi gerai yang lebih sesuai dengan model bisnis Lawson.
Beberapa netizen juga mengungkapkan sikap hati-hati, menunjukkan bahwa jika gerai Lawson Taiwan tidak dapat menyediakan produk dan layanan yang mirip dengan Jepang, maka mungkin sulit untuk memicu antusiasme konsumen.
Sebelumnya, Lawson Thailand yang fokus pada produk lokal dianggap tidak terlalu berbeda dari minimarket berantai lokal lainnya.