(Taiwan, ROC) --- Salah satu kuliner kebanggaan Taiwan, tahu bau, sangat disukai oleh banyak pecinta makanan. Dokter Chian Jeng-hung (錢政弘) dari Departemen Gastroenterologi Rumah Sakit Chang Gung Keelung baru-baru ini memposting di Facebook bahwa penelitian Jepang menemukan, wanita menopause yang mengonsumsi suplemen equol dapat membantu meringankan gejala menopause seperti hot flash (muka memerah) dan mencegah osteoporosis.
Di antara berbagai produk kedelai, tahu bau memiliki kandungan equol tertinggi dan diduga paling efektif dalam meringankan gejala menopause.
Dokter Chian Jeng-hung menjelaskan bahwa produk kedelai fermentasi telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan, umumnya seperti natto dan miso. Namun, apakah tahu bau yang juga merupakan produk kedelai fermentasi memiliki nilai gizi? Menurutnya, dalam hal suplementasi bakteri baik, tahu bau tidak memiliki efek tersebut karena proses memasaknya yang menggunakan suhu tinggi untuk menggoreng atau merebusnya dalam hot pot membuat bakteri baik sulit bertahan.

Kuliner khas Taiwan, tahu bau. 圖: 晴天散步
Namun, Dokter Chian Jeng-hung juga menunjukkan bahwa equol adalah produk pemecahan isoflavon kedelai oleh bakteri usus dan memiliki efek fisiologis mirip estrogen.
Penelitian Jepang menemukan bahwa di antara berbagai produk makanan kedelai, tahu bau Taiwan memiliki kandungan equol tertinggi. Mengenai berapa banyak tahu bau yang harus dikonsumsi agar efektif, dia mengatakan belum menemukan penelitian yang mendukung hal tersebut.
Dokter Chian Jeng-hung menambahkan bahwa masyarakat yang ingin menambah asupan bakteri baik, dapat mengonsumsi makanan fermentasi alami seperti miso, natto, sauerkraut, yogurt, keju, dan tempe. Bagi yang tidak menyukai tahu bau, bisa memilih susu kedelai atau tahu untuk mendapatkan isoflavon kedelai.