History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Wanita Meninggal Usai Perawatan Muka Face Lifting, Dokter Merangkap Ahli Anestesi Diduga Melanggar Hukum

  • 10 December, 2024
  • 尤繼富
Wanita Meninggal Usai Perawatan Muka Face Lifting, Dokter Merangkap Ahli Anestesi Diduga Melanggar Hukum
Wanita Meninggal Usai Perawatan Muka Face Lifting, Dokter Merangkap Ahli Anestesi Diduga Melanggar Hukum 圖/LINE TODAY

(Taiwan, ROC) --- Pada hari Sabtu lalu (7/12), di sebuah klinik kecantikan berantai di Distrik Zhongshan Kota Taipei, seorang wanita berusia 49 tahun meninggal dunia setelah menjalani prosedur face lifting. Kejadian ini terjadi saat proses anestesi dimana kadar oksigen dalam darahnya tiba-tiba menurun, dan meninggal setelah dibawa ke rumah sakit dalam kondisi darurat.

Namun, ada yang mempertanyakan bahwa prosedur operasi dan anestesi seharusnya dilakukan oleh dua dokter.

Menurut peraturan yang berlaku di Taiwan, pemberian anestesi ringan dan sedang tidak dibatasi, harus dilakukan oleh dokter spesialis anestesi. Namun, masih belum jelas apakah RF (radio frequency) lifting harus mengikuti aturan yang sama dengan lifting tradisional.

Pada Sabtu pekan lalu (7/12), Nyonya Qiu (邱姓) memasuki klinik kecantikan untuk menjalani tiga prosedur estetika, yakni suntik botox, ultrasound lifting, dan RF lifting.

Di ruang operasi saat itu hanya ada dokter wanita bermarga Wu (吳姓) sebagai operator dan seorang perawat. Selama prosedur, digunakan "suntikan propofol" dan anestesi intravena. Berdasarkan pengalamannya, dokter menilai tidak perlu memanggil dokter anestesi, tetapi tak disangka Qiu mengalami kesulitan bernapas dan meninggal akibat dugaan kadar oksigen yang terlalu rendah setelah menerima anestesi.

Keluarga Qiu dengan sedih menyatakan bahwa almarhum sebelumnya sehat dan tidak memiliki kebiasaan mengonsumsi obat-obatan. Dia sebenarnya berencana untuk mengembangkan kariernya di Tiongkok, tetapi kecelakaan ini terjadi sebelum keberangkatannya.

Diketahui bahwa Qiu telah menjadi pelanggan setia klinik tersebut selama 5 tahun dan tidak pernah mengalami masalah dengan perawatan sebelumnya.

"Suntikan proposol" yang diberikan kepada Qiu, adalah jenis anestesi injeksi yang umum digunakan dalam prosedur kecantikan atau operasi umum. Namun, obat ini dapat menekan pernapasan dan detak jantung, serta dapat menyebabkan penurunan tekanan darah bahkan ketidakstabilan kadar oksigen.

Pihak klinik juga telah merilis pernyataan mereka ke hadapan publik. Klinik menyampaikan bahwa pihaknya selalu berpegang pada profesionalisme medis dan secara ketat mematuhi peraturan hukum serta prosedur operasi medis yang relevan.

Namun, dalam proses medis tetap ada kemungkinan risiko yang tidak terduga. Setelah kejadian, mereka segera mengaktifkan mekanisme tanggap darurat, menghubungi 119 dan membawa pasien ke rumah sakit untuk penanganan darurat.

Terkait insiden ini, klinik akan sepenuhnya bekerja sama dengan otoritas hukum dalam penyelidikan dan menyediakan data yang diperlukan, serta berkomitmen untuk membantu keluarga korban dengan itikad baik.

Komentar

Terbarumore