(Taiwan, ROC) --- Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) melaporkan bahwa suhu akan mulai menurun sejak Rabu besok malam (11/12). Akhir pekan ini diprediksi akan ada massa udara dingin yang datang dari utara bumi. Masyarakat diimbau untuk menjaga kehangatan tubuh.
Pada Selasa hari ini (10/12), wilayah Taiwan akan dipengaruhi angin dari timur. Terkait curah hujan, wilayah pesisir utara Keelung dan timur laut akan mengalami hujan lokal singkat. Wilayah timur, tenggara, area pegunungan Kota Taipei dan Matsu kemungkinan akan mengalami hujan ringan. Wilayah lainnya termasuk Penghu dan Kinmen akan cerah berawan.
Memasuki hari Rabu (11/12), angin monsun timur laut akan menguat pada malam hari, menyebabkan penurunan suhu di berbagai wilayah. Wilayah utara dan timur laut akan terasa lebih sejuk. Kota Taipei, timur laut dan timur akan mengalami hujan lokal singkat, Taoyuan dan Hsinchu kemungkinan hujan ringan, sedangkan wilayah lainnya berawan.
CWA lebih lanjut menyampaikan bahwa semenjak Sabtu hingga Senin minggu depan (14/12-16/12), massa udara dingin dari utara bumi akan mempengaruhi cuaca di Taiwan.
Wilayah utara dan timur laut akan mengalami penurunan suhu yang signifikan, sementara wilayah lain akan terasa sejuk, terutama di pagi dan malam hari. Pesisir utara Keelung, wilayah timur laut, timur, dan area pegunungan utara akan mengalami hujan lokal singkat, sedangkan wilayah lainnya berawan.
Menurut prediksi model cuaca Eropa terbaru memperlihatkan bahwa pada Sabtu malam (14/12) "garis nol derajat 850 hPa" akan mendekati perairan utara. Model Amerika bahkan memprediksi akan menyentuh daratan utara.
"Garis nol derajat 850 hPa" adalah garis imajiner di atmosfer pada ketinggian tekanan 850 hPa (sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut). Pada garis ini, suhu udara tepat berada di 0° Celsius. Keberadaan garis nol derajat 850 hPa di suatu wilayah TIDAK otomatis berarti suhu permukaan akan mencapai 0° Celsius.
Garis imajiner ini juga berfungsi untuk membantu memprediksi intensitas sistem cuaca dingin.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat tentang penurunan suhu drastis, CWA menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi suhu permukaan sangat kompleks. Para peramal cuaca biasanya menggunakan perubahan suhu pada 850 hPa (ketinggian 1500 meter) sebagai salah satu indikator untuk mengamati intensitas udara dingin, tetapi ini hanya sebagai referensi dan tidak berarti suhu di dataran akan turun hingga 0 derajat.
Di samping itu, CWA juga memperingatkan bahwa selama periode udara dingin ini, angin kencang dan ombak besar akan terjadi di laut. Masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di pantai demi keselamatan dan mengenakan pakaian hangat yang sesuai.
Karena masih ada ketidakpastian dalam perubahan suhu untuk periode selanjutnya, maka masyarakat diharapkan untuk tetap memantau informasi cuaca terbaru.