(Taiwan, ROC) --- Bank UBS melaporkan bahwa total kekayaan para miliarder dunia telah melonjak 121% dalam 10 tahun terakhir, mencapai US$14 triliun, dengan miliarder di sektor teknologi mencatat pertumbuhan kekayaan tercepat.
Taiwan menambah 1 miliarder baru, dengan total 47 orang, menempati posisi ke-4 terbanyak di Asia Pasifik, di bawah Tiongkok, India, dan Hong Kong.
Menurut laporan AFP, UBS, salah satu lembaga manajemen kekayaan terbesar dunia, menyatakan jumlah miliarder dalam denominasi dolar AS telah meningkat dari 1.757 menjadi 2.682 orang dalam 10 tahun terakhir, dengan puncaknya pada tahun 2021 sebanyak 2.686 miliarder.
Laporan "Billionaire Ambitions 2024" UBS yang melacak kekayaan orang kaya global menemukan bahwa kinerja para miliarder melampaui pasar saham global dalam 10 tahun terakhir.
Dari 2015 hingga 2024, total kekayaan miliarder meningkat 121%, dari US$6,3 triliun menjadi US$14 triliun dolar AS, sementara Indeks MSCI AC World hanya naik 73%.
Pada 2024, sekitar 268 orang menjadi miliarder untuk pertama kalinya, dengan 60% di antaranya adalah pengusaha. UBS menyatakan, "Sebagian besar miliarder baru tahun ini membangun kekayaan mereka dari nol.
Miliarder teknologi mencatat pertumbuhan kekayaan tercepat, diikuti oleh miliarder sektor industri. Total kekayaan miliarder teknologi global meningkat dari US$788,9 miliar pada tahun 2015 menjadi US$2,4 triliun pada tahun 2024.
"Di masa awal, para miliarder baru mengomersialkan e-commerce, media sosial, dan pembayaran digital. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka mendorong ledakan AI generatif, sambil mengembangkan keamanan siber, teknologi finansial, pencetakan 3D, dan teknologi robotika," kata UBS.
Laporan ini menemukan bahwa tren pertumbuhan global melambat sejak 2020 akibat penyusutan kekayaan miliarder Tiongkok.
Tingkat pertumbuhan tahunan kekayaan miliarder global mencapai 10% dari 2015 hingga 2020, tetapi semenjak 2020 angka tersebut turun menjadi 1%.
Sementara itu, frekuensi perpindahan miliarder semakin meningkat, dengan 176 orang telah berpindah negara sejak tahun 2020. Swiss, Uni Emirat Arab, Singapura, dan Amerika Serikat menjadi tujuan populer.