(Taiwan, ROC) – Dalam destinasi terakhir perjalanan yang diberi nama “Kemakmuran Pulau Selatan, Keberlangsungan Cerdas”, Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada pagi hari ini (6/12) secara khusus bersama Presiden Palau, Surangel Whipps Jr. menghadiri latihan bersama penyelamatan maritim Taiwan-Palau di Pelabuhan Malakal.
Presiden Lai dalam pidatonya menyatakan bahwa Taiwan dan Palau adalah negara maritim, sehingga tugas penjagaan pantai sangatlah penting. Oleh karena itu, Taiwan dan Palau dalam lima tahun terakhir ini telah menandatangani perjanjian kerja sama penjagaan pantai dan mulai melakukan pertukaran penjagaan pantai secara rutin untuk bersama-sama menjaga ketertiban wilayah laut.
Presiden Lai menunjukkan, “Kapal Chiayi” pada Januari tahun ini pernah mengunjungi Palau untuk pertukaran kerja sama dan melaksanakan latihan gabungan di laut. Kali ini, “Kapal Yunlin” secara khusus datang ke Palau untuk berpartisipasi dalam latihan tersebut. Presiden Lai merasa senang dapat melihat kapal Yunlin yang tidak hanya memperkuat keamanan wilayah maritim Taiwan, tetapi juga membantu negara sahabat dalam menjaga laut mereka.
Selain itu, sebanyak dua kapal patrol yang dihibahkan Taiwan kepada Palau pada tahun 2021 juga turut berpartisipasi dalam latihan ini untuk melakukan misi penyelamatan. Presidien Lai menyatakan bahwa ia sangat menantikan hasil kerja sama antara personel patrol pantai dari kedua negara.
Presiden Lai menegaskan, keamanan maritim dan bantuan kemanusiaan tidak mengenal batas negara. Taiwan ke depannya akan terus memperdalam kerja sama dengan Palau dan negara-negara demokratis lainnya untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan keamanan kawasan, serta melindungi laut yang indah dan berharga.
Kemudian, Presiden Lai dan Presiden Surangel Whipps Jr. bersama-sama meresmikan dan menandatangani plakat peringatan persahabatan yang dipasang di dalam kabin sebagai kenangan atas latihan gabungan ini. Keduanya juga mengunjungi area kabin dan bersama-sama mengemudikan kapal dari ruang kemudi, melambangkan hubungan persahabatan antara kedua negara dan kepemimpinan masing-masing dalam membawa negara mereka menuju masa depan yang cerah dan makmur.
Kapal Yunlin adalah kapal patrol buatan dalam negeri berbobot 4.000 ton yang mampu menghadapi angin berkekuatan level 10, dengan daya jelajah hingga 10.000 mil laut, dilengkapi tiga meriam air bertekanan tinggi dengan jangkauan hingga 120 meter. Selain itu, kapal Yunlin memiliki fasilitas medis canggih yang setara dengan rumah sakit lapangan.
Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Lin Ching-yi (林靜儀) yang turut serta dalam kunjungan ini menjelaskan bahwa ruang medis kapal Yunlin setara dengan ruang operasi rumah sakit biasa. Fasilitas ini tidak hanya memberikan rasa aman bagi petugas penjaga pantai saat bertugas, tetapi juga memungkinkan respons cepat dalam situasi darurat.