History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Apakah Krisis Darurat Militer Korea Selatan Memengaruhi Hubungan Taiwan-Korsel? Kemenlu: Akan Semakin Erat untuk Menjaga Keamanan Kawasan

  • 06 December, 2024
  • 陳柏萇
Apakah Krisis Darurat Militer Korea Selatan Memengaruhi Hubungan Taiwan-Korsel? Kemenlu: Akan Semakin Erat untuk Menjaga Keamanan Kawasan
Apakah Krisis Darurat Militer Korea Selatan Memengaruhi Hubungan Taiwan-Korsel? Kemenlu: Akan Semakin Erat untuk Menjaga Keamanan Kawasan

(Taiwan, ROC) – Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol pada Selasa (3/12) malam secara tiba-tiba mengumumkan darurat militer, tetapi keputusan tersebut dengan cepat dibatalkan melalui pemungutan suara di parlemen, yang sontak mengejutkan banyak pihak, baik di dalam maupun luar negeri.

Anggota Legislatif Partai Progresif Demokrat (DPP) Lin Chu-yin (林楚茵) pada hari ini (6/12) menggelar acara pembentukan “Asosiasi Promosi Pertukaran Ekonomi, Perdagangan, Teknologi, dan Industri Kreatif Budaya Korsel-Taiwan di Yuan Legislatif Taiwan”. Kepala Kantor Perwakilan Korsel di Taipei, Lee Eun-ho (李殷鎬) yang diundang untuk turut hadir dalam acara tersebut, menanggapi peristiwa darurat militer di Korsel dengan menyatakan bahwa ini murni masalah politik internal Korsel dan tidak akan memengaruhi hubungan Korsel dengan negara-negara lain.

Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan, Tien Chung-kwang (田中光) menyatakan bahwa hubungan Taiwan dan Korea Selatan di bidang ekonomi, perdagangan, budaya, pariwisata, dan geografi merupakan kemitraan yang sangat baik. Tien menegaskan bahwa Taiwan sangat memerhatikan peristiwa darurat militer di Korsel, tetapi menganggapnya sebagai perubahan politik internal Korsel. Dirinya juga menyampaikan rasa lega bahwa peristiwa tersebut segera selesai, dan menambahkan jika Taiwan akan terus memantau perkembangan selanjutnya di Korea Selatan.

Namun, laporan media menyebutkan bahwa keputusan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol untuk mengumumkan darurat militer secara tiba-tiba, yang kemudian dibatalkan oleh parlemen, mencerminkan situasi politik yang kacau. Di sisi lain, Amerika Serikat juga tengah menghadapi transisi kekuasaan saat Presiden Joe Biden akan mengakhiri masa jabatannya, menciptakan kekosongan kekuasaan di Washington. Sementara itu, popularitas Perdana Menteri Shigeru Ishiba sedang merosot, dan Partai Demokrat Liberal (LDP) kehilangan mayoritas di parlemen. Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa aliansi AS-Jepang-Korsel dapat menghadapi krisis kepemimpinan, yang berpotensi memengaruhi dukungan internasional terhadap Taiwan. Wamenlu Tien Chung-kwang (田中光) menanggapi hal ini dengan keyakinan bahwa aliansi AS-Jepang-Korsel mungkin akan beradaptasi dan muncul lebih kuat dalam menangani situasi ini.

Sementara itu, fraksi legislatif Partai DPP sempat memposting di media sosial yang membandingkan situasi darurat militer di Korea Selatan dengan Taiwan, yang memicu kontroversi. Namun, Kepala Kantor Perwakilan Korsel di Taipei, Lee Eun-ho menyatakan bahwa ia tidak pernah melihat unggahan tersebut dan tidak ingin mengomentari urusan internal Taiwan atau negara lain.

Komentar

Terbarumore