(Taiwan, ROC) Fase pertama Aplikasi "Jaringan Pelaporan dan Penyelidikan Penipuan Internet" yang diluncurkan Kementerian Urusan Digital (MODA) selama setengah tahun, kini telah berakhir. Ada sebanyak 12.501 orang telah mengunduh dan menggunakannya, sebanyak 22.793 dugaan penipuan yang dilaporkan masyarakat, diantaranya paling banyak permintaan penghapusan konten di media facebook dan Instagram.
Sejak " Jaringan Pelaporan dan Penyelidikan Penipuan Internet " MODA diuji coba kepada publik sejak tanggal 30 September, total ada 12.501 orang telah mengunduh dan menggunakannya, dan 1.547 di antaranya telah melaporkan dugaan teks penipuan melalui platform tersebut. MODA menyampaikan, banyak orang yang antusias menggunakan APP "Jaringan Pelaporan dan Penyelidikan Penipuan Internet", dalam kurun 15 hari terdapat 48 orang yang melapor dengan jumlah kasus lebih dari 100, untuk pelapor pertama melaporkan sebanyak lebih dari 2.000 kasus yang diduga penipuan berkedok iklan.
Kemarin (3/12) MODA menggelar konferensi pers dan menyampaikan bahwa tahap pertama pengujian publik dari "Jaringan Pelaporan dan Penyelidikan Penipuan Internet" telah berakhir dan uji coba publik telah berakhir.
Dalam 15 hari, publik melaporkan total 22.793 dugaan teks penipuan, 6.015 di antaranya telah dikonfirmasi sebagai pesan penipuan yang menyamar sebagai tokoh masyarakat atau lembaga pemerintahan, maka MODA telah secara resmi memberi tahu Facebook, LINE, Instagram atau Google, agar menghapus informasi penipuan online yang relevan, diantaranya 5.330 konten di Facebook dan Instagram, 386 konten LINE dan 28 video YouTube dihapus.
MODA menjelaskan, selain laporan dari masyarakat, sumber kasus di "Jaringan Pelaporan dan Penyelidikan Penipuan Internet" juga melaporkan ratusan pesan identitas palsu yang menyamar sebagai tokoh masyarakat setiap harinya. Dengan teknologi AI yang dikembangkan oleh National Institute of Cyber Security untuk mendeteksi identitas palsu, setiap hari ada ribuan kasus pemindaian informasi palsu di internet. Dikarenakan jumlah pengguna sangat banyak, jumlah pelapor melampaui dari yang diprakirakan, hingga saat ini MODA telah mengerahkan tenaga tambahan, berlanjut menggunakan teknologi AI untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan penanganan hal ini.
MODA menyatakan bahwa tim penelitian pemerintah akan terus mengembangkan alat anti-penipuan baru, namun kelompok penipuan juga memiliki tim penelitian yang akan menginvestasikan hasil penipuan dalam alat penipuan baru secara terus-menerus "memperbaharui taktik" untuk menghindari pencegahan pemerintah. Oleh karena itu, hanya dengan menggunakan teknologi untuk melawan penipuan teknologi, menggunakan AI untuk melawan penipuan AI, dan menggunakan mekanisme komunitas online untuk melawan penipuan komunitas online, agar dapat memenangkan pertempuran ofensif dan defensif ini.