(Taiwan, ROC) Perilaku seperti terus menerus menggeser kursor layar tanpa berhenti, konten media yang merusak pikiran mulai membuat resah masyarakat, “Brain rot” dinyatakan oleh Kamus Bahasa Inggris Oxford sebagai kata yang populer dan mewakili tahun ini.
Media Inggris, The Guardian melaporkan bahwa “Brain rot” didefinisikan sebagai “kemerosotan kondisi mental atau intelektual seseorang, terutama yang terlihat melalui konsumsi berlebihan mengenai konten yang dianggap tidak penting (terutama konten Internet saat ini)”.
Oxford University Press menyampaikan, kata tersebut menjadi terkenal tahun ini "untuk mengungkapkan kekhawatiran tentang dampak konsumsi berlebihan konten online berkualitas rendah dalam jumlah besar, terutama via media sosial."
Meskipun belakangan ini , kata ini baru populer, namun penggunaan "Brain rot" pertama kali tercatat dalam buku yang berjudul "Walden" karya ahli ideologis AS terkenal, Henry David Thoreau pada tahun 1854.
Direktur Oxford University Press, Casper Grathwohl mengatakan: "Brain rot mengacu pada salah satu bahaya yang dirasakan dalam kehidupan virtual dan cara kita menggunakan waktu luang."
Casper Grathwohl juga mengatakan hal yang menarik baginya, bahwa Gen Z dan Apha dalam komunitas mereka , menggunakan kata ini yang mengartikan konten digital yang menyebabkan "brain rot".
Dalam proses penyeleksian kata yang mewakili tahun ini dalam kamus Oxford, Oxford University Press terlebih dahulu membuat daftar 6 kata yang terseleksi, kemudian ada lebih dari 37.000 orang memberikan suara untuk kata yang akan terpilih.
Kata yang terpilih tahunan Oxfoxd bertujuan untuk mencerminkan suasana sosial dan tren, untuk tahun lalu adalah kata “rizz” yang mengunjukkan orang-orang yang bergaya dan karismatik, sedangkan kata yang mewakili tahun 2019 adalah climate emergency atau "iklim darurat ".