(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te tiba di kepulauan Marshall pada tanggal 3 Desember sekitar pukul 08:00 (waktu Taiwan), disambut langsung oleh Presiden Marshall Hilda C. Heine di bandara. Meskipun di lokasi setempat terjadi hujan, namun upacara penyambutan di bandara tetap berjalan, tidak sedikit perantauan Tionghoa dibasahi hujan tetap meramaikan acara penyambutan Presiden Lai Ching-te di bandara.
Saat memberikan sambutan, Presiden Kepulauan Hilda C. Heine menyampaikan, dalam budaya Marshall, hujan membawa berkah, kedatangan Presiden Lai Ching-te membawa banyak air hujan juga menandakan membawa banyak berkah; Sambutan apresiasi Presiden Lai Ching-te mengatakan, setelah dirinya menjabat, Kepulauan Marshal adalah negara pertama yang dikunjunginya, sangat mengapresiasi Hilda C. Heine dan perantauan Tionghoa menyambutnya di bandara, bahkan menyebutnya membawa hujan yang mendatangkan berkah.
Usai upacara penyambutan di bandara, Presiden Lai Ching-te langsung menuju ke gedung parlemen Marshall, untuk bertemu dengan Ketua Parlemen, Brenson Wase dan memberikan ceramah di parlemen.
Isi sambutan Presiden Lai Ching-te, pertama-tama mengapresiasi pemerintah Marshall yang mementingkan dan mendukung Republik Tiongkok Taiwan, dan menyampaikan kedatangan ke Marshall untuk mengenal lebih mendalam hubungan bilateral yang saling berbagi kebudayaan Austronesia dan kebebasan, nilai demokrasi dan pertukaran berbagai aspek, guna menciptakan hasil kerja sama yang berlimpah.
Presiden Lai Ching-te menambahkan, selama bertahun-tahun, tim teknologi Taiwan mengadakan kelas pelatihan pengembangan estetika taman, peternakan dan lainnya yang bertujuan membantu Kepulauan Marshall, serta pro aktif mempromosikan program gizi dan pendidikan pangan ternak, tahun depan juga akan membangun rumah penjagalan babi, lebih lanjut meningkatkan keamanan pangan di Marshall.
Selama kunjungan, kedua belah pihak bersama menyaksikan staf rumah sakit mengadopsi perawatan jarak jauh yang canggih dan pembangunan gedung pemerintahan Kepulauan Marshall telah selesai. Pembangunan ini merupakan simbol persahabatan kedua negara agar masyarakat mendapat perawatan dan layanan yang lebih baik.
Selain itu, Presiden juga mengumumkan Taiwan bermaksud membantu perbaikan layanan penerbangan lokal di Marshall, ini memicu sambutan meriah suasana di tempat.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, “Taiwan dan Marshall adalah kepulauan maritim, kami memahami secara mendalam betapa pentingnya konektivitas pelayaran laut, juga memahami Marshall menghadapi permasalahan pesawat terbang yang using, maka dari itu, di bawah kepemimpinan Presiden Hilda C. Heine, Menlu Kalani Kaneko dan Ketua Parlemen Brenson Wase, Taiwan dengan senang hati memberikan fasilitas pinjaman kredit kepada Kepulauan Marshall supaya bisa memperbaiki kualitas layanan penerbangan, melayani masyarakat dengan pesawat baru.”
Presiden Lai Ching-te juga mengungkit, Taiwan dan Marshall bersama-sama menghadapi tantangan perubahan iklim, ia berharap agar kedua belah pihak berlanjut melakukan pertukaran pengalaman yang dimiliki dan mengatasi bersama.
Pernyataan “hubungan luar negeri mengandalkan pertemanan”, Presiden Lai Ching-te menambahkan, bahwa dirinya mewakili masyarakat Taiwan mengapresiasi parlemen Marshall dan pemerintah yang berupaya mendukung partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional, Presiden Hilda C. Heine pada tahun ini dalam “forum pembahasan Asia Pasifik”, sidang umum PBB dan pertemuan COP29, ia pribadi menyuarakan dukungan untuk Taiwan. Presiden Lai Ching-te juga mengucapkan selamat kepada Kepulauan Marshall untuk kedua kalinya terpilih sebagai anggota pengurus HAM di PBB, dan menyakini kedua belah pihak akan memperdalam kerja sama, di masa mendatang akan semakin banyak berkontribusi dalam berbagai isu dalam mekanisme PBB.
Terakhir, Presiden mengutip motto Kepulauan Marshall, “Jepilpilin ke Ejukaan” yang artinya “upaya bersama menoreh prestasi”, berharap agar upaya Taiwan dan Kepulauan Marshall bisa menciptakan masa depan yang berkelanjutan.