History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

RRT Mungkin Menggunakan Kunjungan Presiden untuk Melakukan Latihan Militer, AS: Kunjungan Melewati Perbatasan bukan Alasan Provokasi

  • 29 November, 2024
  • 尤繼富
RRT Mungkin Menggunakan Kunjungan Presiden untuk Melakukan Latihan Militer, AS: Kunjungan Melewati Perbatasan bukan Alasan Provokasi
RRT Mungkin Menggunakan Kunjungan Presiden untuk Melakukan Latihan Militer, AS: Kunjungan Melewati Perbatasan bukan Alasan Provokasi

(Taiwan, ROC) – Presiden Lai Ching-te (賴清德) akan melakukan kunjungan ke negara-negara sahabat diplomatik, dengan perhentian di Hawai dan Guam. Media Amerika Serikat (AS) memberitakan, bahwa Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mungkin akan meresponsnya dengan “operasi melingkari Taiwan” . Departemen Luar Negeri AS menyampaikan pada 28 November, bahwa tidak ada alasan untuk menggunakan kegiatan kunjungan luar perbatasan yang pribadi, rutin, dan tidak resmi sebagai alasan untuk provokasi.

Presiden Lai akan memulai kunjungan luar negeri pertamanya sejak menjabat pada 30 November, melalui Hawai, kemudian berkunjung ke Kepulauan Marshall dan Tuvalu secara berurutan. Ia juga akan transit di Guam dan kembali ke Taiwan setelah berkunjung ke Palau. Menanggapi pertanyaan terkait, juru bicara Kementerian Luar Negeri RRT, Mao-Ning (毛寧) menyampaikan, bahwa pihaknya “menentang pertukaran resmi antara AS dan Taiwan.”

 “Reuters” dan ”Wall Street Journal” mengutip para pejabat dari kawasan Asia-Pasifik yang melaporkan bahwa Beijing mungkin merespons dengan beberapa latihan militer, berskala serupa seperti pengepungan setelah pidato Hari Nasional, bertujuan untuk menghalangai pemerintahan Trump yang baru untuk mengintervensi di pulau rangkaian pertama.

Sore harinya, menanggapi pertanyaan relevan dari Central News Agency(CAN), juru bicara Departemen Luar Negeri AS dalam bentuk penjelasan latar belakang menunjukkan bahwa transit di Amerika Serikat didasarkan pada praktik jangka panjang AS, sejalan dengan sifat hubungan tidak resmi antara AS dan Taiwan serta kebijakan satu Tiongkok AS. Kebijakan ini tidak akan berubah.

 “Kami tidak akan berspekulasi apakah RRT akan mengambil aksi atau tidak, tapi kamu melihat tidak ada alasan untuk menggunakan kunjungan melewati perbatasan yang pribadi, rutin, dan tidak resmi sebagai alasan untuk provokasi.”

Reuters mengutip sumber pada 27 November yang menyampaikan, bahwa saat kunjungan Presiden Lai, Beijing mungkin akan mengembangkan skala “patroli persiapan tempur bersama” rutin, yang biasanya termasuk dengan latihan kapal perang dan pesawat tempur di dekat Taiwan dan akan meluncurkan “target” latihan militer pada akhir kunjungan Presiden Lai.

Sumber mengutarakan, bahwa sekitar 20 hingga 30 kapal perang RRT telah berpartisipasi dalam operasi militer di Laut Tiongkok Selatan minggu ini.

RRT telah menggelar 2 latihan militer skala besar di sekitar Taiwan tahun ini, satu di bulan Mei dan satu di bulan Oktober, dengan nama “Joint Sword-2024A” dan “Joint Sword-2024B”.

Presiden Lai Ching-te akan melakukan kunjungan luar negeri mulai besok (30/11). Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Taiwan memperlihatkan, bahwa sejak 28 November pukul 06:00 hingga hari ini (29) pukul 06:00, pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengirimkan total 33 pesawat, dengan 21 pesawat melewati garis tengah dan 8 kapal perang yang terus berada di Selat Taiwan, selain sebuah balon udara yang memasuki ADIZ Taiwan, berjarak 93 mil laut sisi barat daya Keelung, berketinggian 16.000 kaki.

Presiden Lai Ching-te akan memulai kunjungan luar negeri pertamanya sejak menjabat mulai besok. Dalam perjalanannya, ia akan transit di Hawai selama 2 malam. Setelah mengunjungi Republik Kepulauan Marshall dan Tuvalu, ia akan berada di Guam selama sehari dan kembali ke Taiwan pada 6 Desember.

Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Taiwan memperlihatkan, bahwa sejak 28 November pukul 06:00 hingga hari ini (29) pukul 06:00, pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengirimkan total 33 pesawat, dengan 21 pesawat melewati garis tengah dan 8 kapal perang yang terus berada di Selat Taiwan, selain sebuah balon udara yang memasuki ADIZ Taiwan, berjarak 93 mil laut sisi barat daya Keelung, berketinggian 16.000 kaki.

MNDl menekankan bahwa militer RRT menggunakan pesawat misi, kapal, dan sistem rudal berbasis pantai untuk memantau dan merespons secara dekat.

Militer juga secara bersamaan mengumumkan status balon udara PKC. Mereka mendeteksi balon udara di 93 mil sebelah barat Keelung pada tanggal 28 pukul 12:52 siang, dengan ketinggian 16.000 kaki, dan menghilang pada pukul 14:27 pada hari yang sama.

Komentar

Terbarumore