(Taiwan, ROC) --- Gelombang hawa dingin dapat meningkatkan risiko stroke! Penelitian menunjukkan adanya korelasi tinggi antara suhu rendah dengan stroke perdarahan otak. Ketika suhu turun di bawah 20C, risiko stroke emboli yang disebabkan oleh pembekuan darah akibat fibrilasi atrium juga meningkat secara signifikan. Khususnya saat gelombang dingin menyerang dengan suhu di bawah 10C, risiko stroke menjadi lebih tinggi. Dianjurkan untuk segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala terkait.
Saat Berada di Luar Ruangan, Lindungi Area Kepala dan Leher
Bagaimana cara menjaga kehangatan saat gelombang dingin menyerang? Dokter Hsu Jen-yu (徐仁佑) dari Departemen Neurologi Rumah Sakit Yadong menjelaskan bahwa saat keluar rumah, penting untuk menjaga kehangatan seluruh tubuh. Tidak hanya dengan sweater, jaket, sarung tangan, dan kaus kaki wool, tetapi perlindungan pada area kepala dan leher juga sama pentingnya, menggunakan topi dan syal adalah keharusan.
Selain itu, banyak orang sering mengabaikan pentingnya menjaga kehangatan di dalam ruangan, seperti saat bangun dari tempat tidur, sebelum dan sesudah mandi, atau keluar masuk kamar mandi. Jika tidak mengambil tindakan pencegahan untuk mengatasi perbedaan suhu yang drastis, hal ini juga dapat meningkatkan beban pada sistem kardiovaskular.
Dia menyarankan penggunaan pemanas ruangan atau pemanas anti air di dalam kamar mandi selama gelombang dingin untuk mengurangi potensi bahaya akibat perbedaan suhu dan menjaga kesehatan tubuh.
Menjaga kehangatan itu penting, dan menjaga kesehatan pembuluh darah lebih penting lagi. Dokter Hsu Jen-yu menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan gula darah tinggi adalah penyebab utama penyakit kardiovaskular.
Sementara kebiasaan hidup yang buruk seperti kurang olahraga, makanan berlemak tinggi, dan konsumsi minuman manis, sering menjadi faktor kunci yang menyebabkan ketiga kondisi penyakit di atas.
Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Dia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan pemantauan harian tekanan darah, lingkar pinggang, dan berat badan untuk mendeteksi dini tanda-tanda sindrom metabolik berisiko tinggi.
Jika lingkar pinggang pria melebihi 90 cm atau wanita melebihi 80 cm, atau nilai BMI lebih dari 27, mereka termasuk dalam kelompok berisiko tinggi "sindrom metabolik" dan juga berisiko tinggi untuk ketiga kondisi tersebut. Mereka harus segera mencari perawatan medis untuk mencegah sindrom metabolik berkembang menjadi penyakit kronis.
Satu Rumus Sederhana untuk Mengenali Stroke
Bagaimana cara mengetahui apakah seseorang mengalami stroke? Dokter Hsu Jen-yu menyarankan rumus sederhana "Senyum, Angkat Tangan, Ucapkan Halo".
Saat "tersenyum", jika wajah terlihat tidak simetris, atau ketika "mengangkat tangan" dengan kedua tangan lurus, salah satu tangan terkulai, atau saat "mengucapkan halo", tidak dapat berbicara dengan jelas, maka ini bisa menjadi tanda-tanda stroke.
Waspadai juga gejala-gejala berikut:
1. Wajah tidak simetris
2. Kelemahan lengan yang menyebabkan terkulai
3. Kesulitan berbicara
4. Mati rasa pada separuh tubuh
5. Pusing mendadak
6. Gangguan keseimbangan
Khususnya bagi mereka yang sering menggunakan ponsel atau tablet, jika mengalami gejala seperti melihat bayangan ganda pada teks di layar atau kesulitan mengetik dengan tepat, jangan mengabaikannya. Hindari berpikir "hanya kelelahan, akan membaik setelah tidur", karena hal ini bisa menunda pengobatan yang diperlukan.
Dokter Hsu Jen-yu menekankan bahwa waktu emas penanganan stroke sangat terbatas. Keterlambatan penanganan akan memperparah kerusakan sel otak. Baik penderita maupun orang-orang di sekitarnya, jika mencurigai adanya gejala stroke, harus segera mencari bantuan medis untuk mendapatkan pengobatan terbaik dan mengurangi risiko kerusakan jangka panjang.