(Taiwan, ROC) --- Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) menyampaikan di Yuan Legislatif Kamis hari ini (28/11) bahwa persiapan kunjungan Presiden Lai Ching-te (賴清德) ke tiga negara sahabat, masing-masing Kepulauan Marshall, Tuvalu, dan Palau yang dijadwalkan pada tanggal 30 November 2024, akan dilakukan berdasarkan empat prinsip utama, yakni keamanan, martabat, kenyamanan, dan kemudahan. Terkait kemungkinan transit di Amerika Serikat, hal tersebut akan diumumkan langsung oleh Istana Kepresidenan.
Pada Kamis hari ini (28/11), Komite Urusan Luar Negeri Yuan Legislatif mengagendakan pembahasan anggaran Kementerian Luar Negeri (MOFA).
Menlu Lin Chia-lung mengambil cuti selama 1 jam, dengan sidang ditunda dari pukul 09:00 dan dilanjutkan kembali pukul 10:00 pagi. Saat menjawab pertanyaan, Lin Chia-lung menjelaskan bahwa cuti tiba-tiba yang diambilnya tersebut, digunakan untuk mengurus persiapan kunjungan Presiden Lai dengan tema "Kemakmuran Austronesia, Cerdas Berkelanjutan", serta melakukan koordinasi dengan negara-negara terkait.
Beberapa anggota legislator menanyakan pengaturan transit untuk kunjungan presiden kali ini, tetapi Menteri Lin Chia-lung tetap tidak memberikan detail spesifik dan hanya menyatakan bahwa Istana Kepresidenan akan mengumumkannya pada waktu yang tepat.
Menteri Lin Chia-lung mengatakan, "Baik untuk kunjungan maupun transit, kami berpegang pada empat prinsip utama. Untuk kunjungan ke Pasifik kali ini, kami tentu mengutamakan keamanan, martabat, kemudahan, dan kenyamanan. Saya sedikit mengubah urutannya mengingat keterbatasan transportasi dan kondisi di wilayah tersebut. Kami harus mengatur bagaimana caranya mengunjungi 3 negara sekaligus secara efektif. Mengenai pengaturan transit dan hal terkait lainnya, Istana Kepresidenan akan memberikan pengumuman lebih lanjut."
Anggota legislator Wang Ting-yu (王定宇) menyatakan bahwa Presiden Lai dalam perjalanan ini akan mengunjungi 3 negara sahabat dan kemungkinan akan transit di Hawai, apakah ada agenda kunjungan lainnya? Menlu Lin Chia-lung dengan tegas menjawab "tidak ada".
Mengenai kemungkinan Tiongkok menggunakan kunjungan Presiden Lai sebagai alasan untuk mengadakan latihan militer terhadap Taiwan, Lin Chia-lung menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan ini adalah salah satu skenario yang mungkin dilakukan pihak seberang.
Namun demikian, situasi internasional saat ini memiliki banyak variabel, pihak Tiongkok tentunya akan melakukan evaluasi. MOFA menghimbau Beijing untuk tidak melakukan tindakan berlebihan atau merusak perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan terhadap praktik kunjungan kepala negara yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.