(Taiwan, ROC) --- Pengundian struk belanja di Taiwan untuk periode September-Oktober telah diumumkan. Namun, jangan sembarangan memposting struk belanja yang berhasil memenangkan hadiah, di internet.
Seorang pria bermarga Fan (范姓) dari Hsinchu mencari foto bukti struk belanja elektronik pemenang yang diunggah orang lain di internet, kemudian menggunakan aplikasi penukaran hadiah untuk mengklaim hadiah sebesar NT$6.600.
Atas perbuatannya, Fan kemudian dijatuhi hukuman 1 tahun penjara oleh Pengadilan Distrik Hsinchu atas tindak pidana penipuan.
Berdasarkan investigasi hakim, tersangka mengetahui bahwa dengan menggunakan "aplikasi penukaran struk belanja" di ponsel, maka seseorang dapat memindai QR Code pada struk belanja elektronik. Aplikasi penukaran akan secara otomatis menyimpan data nomor struk belanja dari kode tersebut dan melakukan pengecekan kemenangan secara otomatis.
Jika menang, hadiah akan langsung ditransfer ke rekening bank pribadi yang terdaftar, tanpa perlu menunjukkan struk belanja fisik untuk penukaran.
Tersangka Fan mencari foto bukti struk belanja elektronik pemenang yang diunggah orang lain di internet, dan menggunakan fitur "Klaim Hadiah Cepat" pada aplikasi penukaran hadiah.
Dari September hingga Desember 2020, dia mencari dan memindai QR Code dari foto struk belanja pemenang yang diunggah banyak orang di situs web, berpura-pura sebagai pemilik struk belanja, dan mengklaim hadiah melalui aplikasi.
Tindakan ini menyebabkan Kementerian Keuangan mengalami kekeliruan dan mentransfer total hadiah sebesar NT$6.600 ke rekeningnya. Kasus ini kemudian diserahkan ke Biro Investigasi Cabang Hsinchu untuk penyelidikan lebih lanjut.
Fan akhirnya dinyatakan bersalah atas tindak pidana penipuan yang melibatkan lebih dari tiga orang dan dijatuhi hukuman penjara 1 tahun.