(Taiwan, ROC) --- Sebuah kasus percobaan pembunuhan yang diduga bermotif asmara terjadi di Neihu Science and Technology Park, Kota Taipei, pada Senin pagi hari kemari (25/11).
Seorang wanita bermarga Cai (蔡姓) berusia 48 tahun yang sudah menikah, diduga berselingkuh dengan pria bermarga Su (宿姓) berusia 52 tahun.
Setelah mengetahui bahwa Su memiliki kecenderungan suka memukul, Cai pun memutuskan hubungan mereka. Namun hari ini, Su menikam dada Cai sebanyak dua kali hingga sempat tidak bernapas dan kehilangan detak jantung. Beruntung, nyawanya berhasil diselamatkan setelah mendapat pertolongan medis.
Diketahui bahwa keduanya sering bertengkar sebelumnya. Cai juga mengalami kekerasan verbal dan fisik dari Su, yang membuat dia melaporkannya ke polisi dan mengajukan surat perlindungan.
Namun pada September tahun ini, Cai mencabut surat perlindungan tersebut. Hanya 67 hari kemudian, dia diserang oleh Su.
Menurut laporan media ETtoday, meski sudah menikah, Cai diduga menjalin hubungan dengan Su.
Su sering melakukan kekerasan fisik seperti memukul, mencekik, dan membanting kepala Cai ke dinding. Bahkan setelah Cai melapor ke polisi, Su masih mengganggunya dengan menelepon ke kantornya dan mengancamnya.
Pada Maret 2023, Cai mengaku berselingkuh kepada suaminya, dan berjanji memutus hubungan dengan Su. Namun Su tidak terima dan terus mengejarnya.
Pada Agustus 2023, keduanya bertemu untuk bicara, tetapi berakhir dengan pertengkaran karena Su kesal menunggu Cai yang sedang di salon. Setelah itu terjadi kekerasan fisik dan verbal, termasuk ancaman pembunuhan.
Selama insiden tersebut, Cai berhasil menelepon suaminya untuk meminta bantuan, yang akhirnya membuat Su menghentikan aksinya dan membiarkan Cai pergi. Setelah kejadian itu, suami Cai membawanya ke rumah sakit untuk perawatan.
Cai kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan mengajukan surat perlindungan terhadap Su.
Meskipun Su mengklaim kepada polisi bahwa justru dialah yang dilecehkan oleh Cai dan keterlibatannya hanya untuk mencegah Cai bunuh diri, tetapi Pengadilan Distrik Shilin tidak menerima kesaksiannya.
Pada Agustus 2024, pengadilan menjatuhkan hukuman 100 hari penahanan kepada Su.
Su kemudian mengajukan banding atas putusan tersebut, tetapi ditolak oleh pengadilan.
Setelah Su dijatuhi hukuman 100 hari penahanan, Cai mungkin mengira bahwa hal itu akan membuat Su jera dan tidak lagi mengganggunya. Karena itu, pada 19 September 2024, dia mencabut surat perlindungannya. Sayangnya, keputusan yang diambil karena hati yang luluh ini membawanya ke situasi yang mengancam nyawanya, hanya berselang 67 hari kemudian.