(Taiwan, ROC) --- Gempa berkekuatan 5,4SR terjadi di Tainan pada pukul 20:40 Jumat malam kemarin (22/11), dengan intensitas gempa terkuat mencapai level 5 lemah di Jiali, Tainan, yang diikuti beberapa gempa susulan.
Pada Sabtu hari ini (23/11), Pusat Pelaporan Gempa Ditjen Klimatologi Sentral menjelaskan bahwa gempa ini disebabkan oleh pelepasan energi akibat tumbukan antara lempeng Filipina dan lempeng Eurasia, tetapi tidak terkait dengan rangkaian gempa Hualien pada 3 April 2024 lalu.
Selain itu, Pusat Pelaporan Gempa juga menanggapi laporan warga yang mendengar adanya suara gemuruh yang datang sebelum gempa mengguncang semalam.
Lee Yi-ting (李伊婷), Kepala Divisi Pusat Pelaporan Gempa, menjelaskan bahwa sejak Jumat malam pukul 20:40 hingga saat ini telah terjadi 12 gempa yang dapat dirasakan di sekitar wilayah Jiali dan Madou.
Gempa kemarin disebabkan oleh pelepasan energi akibat tumbukan antara lempeng Filipina dan lempeng Eurasia, tetapi tidak terkait dengan rangkaian gempa Hualien yang terjadi pada awal April 2024.
Pusat gempa berkekuatan 5,4SR kemarin lebih dekat ke arah pantai, dan patut diketahui bahwa pada tahun 1991 juga pernah terjadi gempa berkekuatan 5,6SR di lokasi yang sama.
Terkait dengan adanya suara gemuruh yang dilaporkan warga sebelum gempa, Lee Yi-ting menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena retakan saat gempa, di mana gelombang seismik merambat dari batuan ke udara yang menghasilkan getaran udara yang menyebabkan fenomena gemuruh. Fenomena ini sering dianggap sebagai pertanda akan terjadinya gempa.
Lee Yi-ting menyatakan, selain gempa di Jiali dan Madou Tainan, wilayah selatan Taiwan pada bulan November juga mengalami gempa, tepatnya di kawasan Budai dengan kekuatan 4,6SR beberapa hari lalu, dan gempa berkekuatan 5,0SR di Zhongpu pada 9 November.