(Taiwan, ROC) -- Gelombang kasus Sudan Merah kembali bergejolak. Beberapa waktu belakangan terdeteksi kandungan sudan merah dalam bubuk kunyit India dalam campuran bahan bumbu kari dari perusahaan Chi Sheng (濟生公司). Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA Taiwan) menyampaikan, dalam pemeriksaan secara acak dari 22 produk dari 22 perusahaan pengimpor, terdapat 1 produk yang mengandung sudan merah nomor.1, dan ada sekitar 5,7 ton bubuk kunyit yang sudah beredar di pasar, separuh lebih di antaranya diberikan ke perusahaan “Dr. Diary Co. Ltd. (健康樂活生醫)” untuk produksi bubuk kunyit, pemerintah daerah tengah meminta pihak terkait untuk menarik produk bersangkutan.
Pemerintah Kota New Taipei ketika mengadakan pemeriksaan pasar beberapa hari lalu menemukan kandungan sudan merah dalam bumbu kari produk perusahaan Chi Sheng, BPOM Taiwan melakukan penelitian lebih lanjut dan menganalisa 9 kandungan bahan baku yang digunakan dan mendapati salah satu kandungan bahan dalam kari tersebut berupa bubuk kunyit yang diimpor dari India yang mengandung sudan merah. Seiring dengan diumumkannya produk yang mengandung sudan merah maka sejak tanggal 5 November 2024, semua produk bubuk kunyit yang diimpor dari India diperiksa secara keseluruhan dalam kurun waktu 1 tahun.
Wakil Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Lin Chin-fu (林金富) pada tanggal 19 Novermber menyampaikan, Badan Pengawas Obat dan Makanan akan bekerja sama dengan biro kesehatan pemerintah daerah untuk melakukan pemeriksaan bubuk kunyit India, dalam pemeriksaan 22 jenis produk bubuk kunyit impor dari India, terdapat 1 jenis produk yang mengandung sudan merah nomor 1, untuk itu kasus ini telah diserahkan Biro Kesehatan Pemda Kaohsiung.
Lin Chin-fu mengemukakan, bubuk kunyit bermasalah kali ini berjumlah 10 ribu kg, separuh darinya telah terjual, dengan separuh di antaranya diberikan kepada perusahaan “Dr. Diary Co. Ltd.” sebagai bahan pembuatan bubuk kunyit, Biro Kesehatan Kaohsiung telah menginstruksikan untuk menarik balik produk bersangkutan, hingga awal pekan lalu, Badan Pengawas Obat dan Makan telah berhasil menarik 1.861, 38 kg. Biro-biro kesehatan tiap-tiap daerah akan terus melakukan pemeriksaan dan menarik balik produk-produk yang beredar