(Taiwan, ROC) --- Hujan mengguyur sebagian besar wilayah utara dan timur Taiwan dalam beberapa hari terakhir akibat pengaruh angin monsun timur laut dan pergerakan massa udara. Mantan Ketua Ditjen Klimatologi Sentral (CWA), Cheng Ming-dean (鄭明典), melalui unggahan di Facebook membagikan peta akumulasi curah hujan di Taiwan utara yang menunjukkan fenomena unik. Wilayah Beitou yang terletak di Taipei menjadi wilayah terkering. Ia pun kemudian mengungkap alasannya.
Cheng Ming-dean menunjukkan peta akumulasi curah hujan dari kemarin hingga hari ini, di mana sebagian besar wilayah Taipei diguyur hujan lebat, kecuali area kecil di tengahnya yang tetap kering.
"Legenda mengatakan ada Dewa Kura-kura yang bersemayam di sana, tetapi secara klimatologi, ini adalah efek bayangan hujan dari Pegunungan Datun," tulis Cheng Ming-dean, merujuk pada wilayah Beitou.
Cheng Ming-dean menunjukkan peta akumulasi curah hujan dari kemarin hingga hari ini, di mana sebagian besar wilayah Taipei diguyur hujan lebat, kecuali area kecil di tengahnya yang tetap kering. 圖: CWA
Penduduk lokal, terutama generasi tua di daerah Shilin dan Beitou, mengenal legenda "Dewa Kura-kura" yang dimaksud. Konon, seorang tokoh penting yang merupakan reinkarnasi Dewa Kura-kura tinggal di Shilin. Keberadaannya diyakini mampu "menahan hujan", sehingga seringkali saat wilayah lain di Taipei diguyur hujan, Shilin tetap tidak berdampak dan kering.
Cheng Ming-dean memberikan penjelasan ilmiah di balik "Legenda Dewa Kura-kura". Pegunungan Datun, yang membentang dari Sanzhi hingga Jinshan dan Wanli, menghalangi awan pembawa hujan yang dibawa oleh angin monsun timur laut di wilayah pesisir utara Keelung.
Akibatnya, Shilin, yang terletak di sisi "bayangan hujan", mengalami fenomena unik, yakni tetap kering meski di sekitarnya turun hujan. Jadi, bukan Dewa Kura-kura, melainkan efek topografi Pegunungan Datun yang melindungi wilayah ini dari guyuran hujan.