History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Berani Beli Rumah Hingga Puluhan Juta NT$ dengan Gaji Bulanan Hanya NT$30 Ribu? 12% Pemilik KPR di Taiwan Kehabisan Uang Setelah Bayar Cicilan KPR

  • 20 November, 2024
  • 尤繼富
Berani Beli Rumah Hingga Puluhan Juta NT$ dengan Gaji Bulanan Hanya NT$30 Ribu? 12% Pemilik KPR di Taiwan Kehabisan Uang Setelah Bayar Cicilan KPR
Berani Beli Rumah Hingga Puluhan Juta NT$ dengan Gaji Bulanan Hanya NT$30 Ribu? 12% Pemilik KPR di Taiwan Kehabisan Uang Setelah Bayar Cicilan KPR 圖: YAHOO

(Taiwan, ROC) --- Memiliki rumah sendiri adalah impian banyak orang. Namun, seiring dengan terus meroketnya harga properti, terutama di wilayah metropolitan Taipei, membuat beban cicilan KPR semakin berat.

Menurut data terbaru Kementerian Dalam Negeri di Taiwan (MOI), pada kuartal kedua tahun ini, rasio beban KPR secara nasional mencapai 46%, dan di Taipei bahkan melebihi 70%. Ini berarti banyak keluarga harus mengalokasikan 70% dari pendapatan mereka untuk membayar cicilan KPR.

Survei menunjukkan bahwa 12% debitur KPR di Taiwan adalah pekerja bergaji dengan pendapatan tahunan kurang dari NT$400.000, yang harus membayar cicilan sebesar NT$30.000 per bulan.

"Meskipun ruangnya tidak terlalu besar, pencahayaannya bagus, dan hanya sepuluh menit berjalan kaki ke stasiun MRT. Sebenarnya, semua aspeknya cukup sesuai dengan kebutuhan saya," ujar Mr. Wei, seorang debitur KPR yang berhasil membeli rumah delapan tahun yang lalu.

Meskipun harus menanggung cicilan KPR selama 30 tahun, Mr. Wei menganggapnya sebagai beban yang manis.

"Awalnya, saya merasa tertekan karena harus membayar cicilan KPR selama 30 tahun. Namun, saya kemudian menyadari bahwa gaji akan meningkat seiring dengan pengalaman kerja. Para orang tua juga merasa bahwa membayar cicilan KPR sama seperti menabung untuk masa depan," tambah Mr. Wei.

Seiring dengan meningkatnya pendapatan, beban KPR tidak lagi sebesar dulu. Namun, Mr. Wei tetap memiliki beberapa saran bagi mereka yang ingin membeli rumah.

"Karena fluktuasi harga rumah saat ini masih sangat besar, tidak perlu memaksakan diri untuk membeli rumah mewah atau di lokasi yang sangat strategis. Sebaiknya, evaluasi kondisi keuangan dan kemampuan Anda. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, usahakan agar cicilan KPR tidak melebihi sepertiga dari gaji Anda, dan lakukan perencanaan keuangan yang matang," saran Wei.

MOI mengumumkan "Indeks Tekanan Pembelian Rumah" terbaru. Pada kuartal kedua tahun ini, rasio beban KPR secara nasional mencapai 46%, rekor tertinggi baru.

Di Taipei, rasio beban KPR bahkan mencapai 70,69%, yang berarti 70% dari pendapatan keluarga yang membeli rumah harus dialokasikan untuk membayar cicilan KPR.

Pakar properti di Taiwan, Chen Jie-min (陳傑鳴), memperingatkan, "Melonjaknya harga rumah dapat menyebabkan dua masalah besar di masa depan. Pertama, di daerah perkotaan dengan populasi padat, akan semakin banyak orang yang tidak mampu membeli atau menyewa rumah. Kedua, tanpa dukungan pendapatan yang memadai, harga rumah saat ini sudah menunjukkan tanda-tanda gelembung. Kita tahu bahwa pendapatan tahunan rata-rata masyarakat di wilayah tengah dan selatan Taiwan hanya sekitar NT$600.000 hingga NT$700.000. Namun, harga rumah rata-rata di Taiwan telah melebihi NT$14 juta. Hanya untuk mengumpulkan uang muka 20%, mereka mungkin harus berhemat selama 4 hingga 5 tahun. Bahkan jika mereka memaksakan diri untuk membeli rumah, cicilan KPR bulanan dapat menghabiskan 60% hingga 70% dari pendapatan mereka. Ini memberi tekanan besar pada pembeli rumah. Tekanan membeli rumah saat ini sudah mendekati titik kritis."

Sebagai contoh, seorang pekerja bergaji dengan pendapatan tahunan kurang dari NT$400.000 dan gaji bulanan rata-rata NT$30.000 harus membayar hampir NT$30.000 per bulan jika mengambil KPR sebesar NT$9 juta dengan jangka waktu 40 tahun.

Pengamatan lebih lanjut menunjukkan bahwa proporsi pekerja bergaji rendah yang memiliki KPR di Taiwan telah menurun sekitar 2,4% dibandingkan dengan 14,8% pada paruh pertama tahun lalu.

Proporsi pekerja bergaji rendah yang memiliki KPR di enam kota metropolitan semuanya menurun, dengan penurunan paling signifikan di Taipei dan Kaohsiung, keduanya melebihi 3%.

Alasan utama penurunan pekerja bergaji rendah yang memiliki KPR adalah karena harga rumah menjadi semakin tidak terjangkau, membuat mereka hanya bisa "mengagumi" dari kejauhan.

Komentar

Terbarumore