(Taiwan, ROC) Tahun depan Taiwan akan memasuki populasi penuaan semakin serius, proporsi kelompok masyarakat yang berusia 65 tahun mencapai 20%, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan baru-baru ini mengumumkan, di bawah misi “Taiwan Sehat” yang dicanangkan oleh Presiden Lai Ching-te, kini tengah mengumpulkan saran masukan untuk rancangan perawatan jangka panjang 3.0, kebijakan pemerintah diharapkan dapat menciptakan layanan terintegrasi untuk rumah tangga, kompleks perumahan, institusi dan rumah sakit, perawatan jangka panjang dan komunitas masyarakat.
Perbaikan sistem perawatan jangka panjang menjadi tugas penting, Taiwan Home Service Strategic Alliance (THSA) beberapa hari ini mengintegrasikan institusi layanan rumah tangga seluruh Taiwan, bersama 12 pakar untuk meninjau “proposal kebijakan layanan perawatan jangka panjang rumah tangga versi 3.0”, yang bertujuan untuk meningkatkan perbaikan pengawasan, menumbuhkan SDM, reformasi sistem pendanaan, mengembangkan sistem penilaian profesional dan lainnya
Ketua Pelaksana THSA Hsu Xin-ning (涂心寧)mengatakan, “Sebelumnya versi 2.0, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan menetapkan, staf layanan sektor rumah tangga dibayar bulanan, ada penambahan gaji, akan tetapi pada tahun 2023, 2024, sektor rumah tangga untuk skala penambahan staf tidak mencapai 2%, sementara kebutuhan SDM dalam perawatan jangka panjang melampaui 4%”
Dalam reformasi sistem pendanaan, THSA mengungkit, mengadopsi sistem pendanaan yang fleksibel, perawatan yang berorientasi pada manusia, mempromosikan sistem pendanaan “kombinasi perawatan individual dan fleksibel”. Berkaitan dengan evaluasi institusi, THSA mengusung semestinya menanggapi perkembangan dengan sistem evaluasi 3 pihak.
Dalam konferensi pers, perwakilan THSA dan anggota legislator lintas partai, berkomitmen untuk menyampaikan usungan ini kepada otoritas Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, menunggu dialog antara sektor publik dan swasta, bersama-sama mempromosikan perawatan jangka panjang versi 3.0. Bersama semua legislator lintas partai sepakat mendesak Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan untuk mengambil tindakan, mengubahnya menjadi kebijakan, dan menerapkannya secara konkret.