History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pembukaan Festival Film Dokumenter Taiwan di Thailand, Berharap Penonton Dapat Memahami Taiwan Secara Mendalam

  • 20 November, 2024
  • 尤繼富
Pembukaan Festival Film Dokumenter Taiwan di Thailand, Berharap Penonton Dapat Memahami Taiwan Secara Mendalam
Pembukaan Festival Film Dokumenter Taiwan di Thailand, Berharap Penonton Dapat Memahami Taiwan Secara Mendalam (圖:CNA)

(Taiwan, ROC) – Festival Film Dokumenter Taiwan di Thailand 2024 resmi dibuka pada Selasa (19/11). Tahun ini, festival tersebut mengangkat tema “Rumah Tanpa Batas” yang menghadirkan kisah-kisah dalam film Taiwan tentang “cerita terkait rumah atau bagaimana menemukan rumah”. Pihak penyelenggara berharap para penonton dapat mengenal Taiwan dengan lebih mendalam melalui film.

Festival Film Dokumenter Taiwan di Thailand 2024 yang digelar pada 19 November malam di House Samyan, Bangkok, ini diselenggarakan atas kerja sama antara Kementerian Kebudayaan Taiwan melalui Divisi Budaya Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Thailand (TECO) dan Documentary Club Thailand. Sebanyak 14 film pilihan, terdiri dari film cerita dan dokumenter Taiwan, akan ditayangkan di berbagai lokasi, termasuk Bangkok, Chiang Mai di Thailand bagian Utara, dan Songkhla di Thailand bagian Selatan.

Divisi Budaya TECO menunjukkan, film pembuka pada festival ini adalah versi restorasi digital 4k dari Millennium Mambo (千禧曼波), dan tiket untuk film tersebut pun habis terjual hanya dalam beberapa jam setelah penjualan dibuka.

Kepala Divisi Budaya TECO Kuei Yeh-chin (桂業勤), dalam sambutannya menyatakan bahwa pemilihan film tahun ini memungkinkan penonton Thailand mengikuti tren terbaru film Taiwan. Dirinya berharap festival ini ke depannya dapat terus memperkenalkan budaya film-film Taiwan yang mendalam sekaligus menghibur.

Kurator Festival Wiwat Lertwiwatwongsa menunjukkan, Festival Film Dokumenter Taiwan tahun ini dibagi menjadi tiga bagian utama, yakni dokumenter, film cerita, dan film fiksi ilmiah. Dirinya menghabiskan banyak waktu dan energi untuk mengkurasi bagian dokumenter dengan tema “Rumah Tanpa Batas / Boundaryless Home”, yang menampilkan kisah orang-orang yang menganggap Taiwan sebagai rumah atau mereka yang meninggalkan Taiwan guna mencari rumah baru. Kisah-kisah tersebut mencakup beragam latar belakang, “termasuk imigran, pekerja, seniman, maupun pelancong”.

Wiwat Lertwiwatwongsa mencontohkan beberapa film yang akan ditayangkan, seperti “Pertunjukan di Gereja / 在聖堂裡的一場演出” menggabungkan sejarah colonial, seni, dan musik, “Dari Pulau ke Pulau / 由島至島” yang mengisahkan kehidupan masyarakat Taiwan di bawah penjajahan Jepang selama Perang Dunia II, serta “Dunia Laut Berlian / 鑽石水族世界” yang menceritakan kisah masyarakat Taiwan yang menjalankan bisnis di Myanmar.

Wiwat Lertwiwatwongsa mengemukakan bahwa di era modern ini, semua orang adalah warga dunia yang sering bepergian. Film-film yang dipilihnya ini berfokus pada tema rumah dan bagaimana orang menemukan rumah mereka.

Selain pemutaran film, festival ini juga mengundang para sutradara, termasuk Lau Kek-huat (廖克發), sutradara film “Absen Tanpa Cuti / 不即不離” dan “Dari Pulau ke Pulau / 由島至島”, serta Hsu Chia-wei (許家維), sutradara film “Pertunjukan di Gereja / 在聖堂裡的一場演出”. Mereka hadir langsung di Thailand untuk sesi diskusi pasca-pemutaran, dan berinteraksi dengan para penonton.

Pemutaran film dilakukan di beberapa lokasi, seperti House Samyan dan bioskop Documentary Club. Film “Absen Tanpa Cuti / 不即不離” juga mendapat perhatian besar dalam sesi khusus di Klub Koresponden Asing Thailand (FCCT) pada Senin (18/11), serta menarik perhatian banyak media asing yang berbasis di Thailand. Sesi diskusi setelah pemutaran film memberikan kesempatan kepada para penonton untuk berdialog secara mendalam dengan Lau Kek-huat (廖克發).

Komentar

Terbarumore