(Taiwan, ROC) – China Airlines dilaporkan baru-baru ini akan menghabiskan NT$130 miliar untuk membeli 20 buah pesawat penumpang jarak jauh, yang akan dibagi antara Boeing dan Airbus. Partai oposisi mempertanyakan apakah hal ini sebagai tanggapan atas terpilihnya Donald Trump yang akan menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) Januari tahun depan, yang sebelum pemilihan menyampaikan bahwa “Taiwan harus membayar biaya perlindungan.” Menanggapi hal ini, Chairman China Airlines Hsieh Shih-chien (謝世謙) menolak hal tersebut ketika menjawab Komite Transportasi dari Yuan Legislatif hari ini (20/11), menekankan bahwa pembelian pesawat berdasarkan evaluasi yang profesional dan bijaksana.
Lindsey Graham, senator penting dari Partai Republik dalam Senat AS yang memimpin delegasi untuk berkunjung ke Taiwan pada April 2022 dan kemudian kembali ke AS, mengeluarkan siaran pers yang meminta agar Taiwan membeli 16 pesawat Boeing 787-9 dengan nilai total mencapai NT$140 miliar. Tanpa diduga, beberapa hari lalu dilaporkan, bahwa China Airlines akan mengeluarkan NT$ 130 miliar lagi untuk membeli 20 pesawat penumpang jarak jauh, yang terbagi atas Boeing dan Airbus, membuat masyarakat luar bertanya-tanya, apakah ini merupakan tanggapan atas pernyataan Presiden AS terpilih, Donald Trump yang menyampaikan bahwa Taiwan harus membayar biaya perlindungan sebelum pemilu.
Terkait hal ini, Legislator Huang Chien-hao (黃健豪) bertanya kepada Chairman China Airlines Hsieh Shih-chien dalam Komite Transportasi Yuan Legislatif pada 20 November. Ia memperhatikan, bahwa penerbangan China Airlines dulu utamanya menggunakan Airbus, tapi kini secara bertahap memperkenalkan Boeing. Masalahnya adalah Boeing memiliki banyak kontroversi beberapa tahun belakangan ini. Sebagai tambahan, sistemnya secara keseluruhan berbeda dengan Airbus dan pilotnya harus kembali melakukan pelatihan. Ketika dipertanyakan, apakah ada kekuatan politik yang mengintervensi untuk mendorong China Airlines memutuskan untuk membeli Boeing? Hsieh Shih-chien mengatakan, “saya rasa pertama, tidak ada intervensi politik dalam hal ini. Ketika kami membeli pesawat, kami akan bertanya dengan perusahaan konsultasi asing untuk membantu mengevaluasinya. Sebenarnya, seluruh pesawat pabrikan adalah pesawat yang bagus, jadi jenis pesawat mana yang lebih cocok untuk kami adalah hal yang lebih penting. Sejauh ini, bagi perusahaan, rasio Airbus sekarang lebih tinggi daripada Boeing. Rata-rata maskapai penerbangan adalah sekitar 50/50. Jadi menurut saya penilaian kami profesional dan sangat bijaksana.”
Sebagai tambahan, karena tim bisbol Taiwan mencapai 4 besar dalam "2024 World Baseball Top 12" dan menuju ke Tokyo. China Airlines memberikan penerbangan untuk 3 tim, yaitu Taiwan, Jepang, dan Australia. Dalam penerbangan untuk kembali, dibantu oleh Chairman Liga Bisbol Profesional Tionghoa (CPBL), Tsai Chi-chang (蔡其昌) dan berkat dukungan dari Kementerian Transportasi serta China Airlines, Boeing 777 disewa untuk penerbangan kembali ke Taiwan. Legislator Lee Kun-tse (李昆澤) mempertanyakan, apakah penerbangan tersebut hanya untuk anggota tim? Chen Shih-kai (陳世凱) pun menyampaikan, bahwa China Airlines sangat membantu, sebab anggota tim, keluarga mereka, bahkan para wartawan juga akan mendapatkan penerbangan yang sama untuk kembali ke Taiwan, bahkan kelas bisnisnya dikembangkan menjadi 28 kursi.