History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kasus Bundir Pegawai Negeri di Kantor Cabang Utara Kemenaker, MOL Konfirmasi Penyalahgunaan Wewenang oleh Atasan, Sejumlah Rekan Kerja Mencari Bantuan Psikologis

  • 20 November, 2024
  • 尤繼富
Kasus Bundir Pegawai Negeri di Kantor Cabang Utara Kemenaker, MOL Konfirmasi Penyalahgunaan Wewenang oleh Atasan, Sejumlah Rekan Kerja Mencari Bantuan Psikologis
Kasus Bundir Pegawai Negeri di Kantor Cabang Utara Kemenaker, MOL Konfirmasi Penyalahgunaan Wewenang oleh Atasan, Sejumlah Rekan Kerja Mencari Bantuan Psikologis 圖: YAHOO台灣

(Taiwan, ROC) --- Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) mengumumkan hasil investigasi administratif terkait kasus bunuh diri pegawai Badan Pengembangan Ketenagakerjaan (WDA). Bukti yang ditemukan tidak cukup untuk membuktikan bahwa pegawai tersebut menjadi korban perundungan di tempat kerja oleh atasannya.

Namun, Hsieh Yi-jung (謝宜容), selaku atasan, terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang. Pegawai yang meninggal diketahui telah bekerja lembur dalam jangka waktu lama dan mengalami tekanan berat, bahkan beberapa rekan kerjanya sampai harus mencari bantuan ke psikiater.

Pada 4 November 2024, seorang pegawai ditemukan tewas di kantor Kantor Cabang Utara WDA yang terletak di Xinzhuang. Setelah diselidiki, diketahui bahwa pegawai negeri tersebut meninggal karena bunuh diri. Kemudian, seorang Warganet memposting di media sosial Threads bahwa pegawai tersebut menjadi korban perundungan di tempat kerja sebelum kematiannya.

Sejumlah pihak juga melaporkan dugaan tindakan perundungan yang dilakukan oleh Kepala WDA Cabang Utara, Hsieh Yi-jung. Atas dasar tersebut, MOL kemudian menggelar investigasi.

Pada Selasa kemarin (19/11), MOL merilis keterangan resmi yang memperlihatkan hasil investigasi. Berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner anonim, tidak ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa pegawai yang meninggal tersebut menjadi korban perundungan di tempat kerja oleh atasannya.

Investigasi MOL menemukan bahwa pegawai yang meninggal tersebut, bertanggung jawab atas "Sistem Cerdas Layanan Ketenagakerjaan". Ia telah bekerja lembur dalam jangka waktu lama, serta mengalami tekanan kerja yang berat dan merasakan frustrasi dalam pekerjaan.

Sang pegawai bahkan harus mengerjakan pekerjaan yang merambah hingga ke 7 kabupaten atau kota di Taiwan, seorang diri.

Investigasi juga mengungkapkan bahwa tidak ada catatan pengajuan lembur yang dilakukan oleh sang pegawai. Semenjak tanggal 22 Oktober hingga 1 November 2024, ia tercatat masuk kerja pada pukul 5:00 pagi dan pulang kerja pada pukul 19:00 hingga 20:00,yang berarti jam kerjanya melebihi 12 jam per hari, tetapi tidak pernah mengajukan lembur.

Mengenai penyalahgunaan wewenang, investigasi menunjukkan bahwa Hsieh Yi-jung sering kali membentak, memarahi, atau merendahkan bawahannya jika tidak puas dengan isi dokumen atau laporan, atau jika bawahannya tidak segera melapor atau merespons.

Hal ini membuat bawahannya merasa direndahkan dan dihina, bahkan beberapa di antaranya sampai harus mencari bantuan ke psikiater. Hsieh Yi-jung mengakui bahwa dirinya memang berbicara dengan nada tinggi dan kurang mampu mengendalikan emosi, dan ia akan melakukan introspeksi diri.

Berdasarkan keterangan dari pegawai lainnya juga menyebutkan bahwa Hsieh Yi-jung seringkali menuntut agar pesan LINE-nya segera dibalas, bahkan di luar jam kerja atau hari libur.

Jika tidak segera dibalas, ia akan memarahi bawahannya keesokan harinya, sehingga menimbulkan rasa takut di antara para pegawai. Mengenai hal ini, Hsieh Yi-jung menjelaskan bahwa ia hanya meminta balasan segera untuk pesan yang berkaitan dengan keadaan darurat di luar jam kerja atau hari libur.

Dalam investigasi ini, MOL telah mewawancarai 15 orang terkait. Keluarga pegawai yang meninggal tidak dapat diwawancarai karena masih dalam keadaan berduka. MOL juga melakukan survei anonim terhadap pegawai dan mengumpulkan 205 tanggapan. Selain itu, tim investigasi telah mengadakan 6 pertemuan diskusi.

Komentar

Terbarumore