(Taiwan, ROC) --- Minggu kemarin (17/11), sebuah kecelakaan lalu lintas serius terjadi di samping Sheraton Grand Taipei Hotel. Sebuah bus umum milik Metropolitan Transport Corporation dengan rute nomor 49, yang sedang berhenti di persimpangan untuk menunggu pejalan kaki menyeberang, tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh bus lain.
Kecelakaan ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan 15 penumpang luka-luka. Kedua pengemudi bus telah diserahkan ke pihak berwajib atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian dan telah dibebaskan dengan jaminan.
Yang menarik perhatian, beberapa netizen mengenali pengemudi bus wanita dari perusahaan City Air Bus, yang berusia 23 tahun yang terlibat dalam kecelakaan itu. Ada netizen yang mengaku bahwa ia tidak berani naik bus yang dikemudikan oleh pengemudi yang memiliki marga Hsieh (謝姓) tersebut. Namun, saat ini belum dapat dipastikan apakah komentar netizen tersebut merujuk pada pengemudi yang sama.
Kecelakaan tabrak belakang yang menewaskan satu orang dan melukai 15 orang ini telah mengejutkan masyarakat. Seorang netizen di grup Facebook membagikan pengalamannya sebelumnya, dengan menyebutkan bahwa pengemudi wanita berusia 23 tahun itu mengemudikan bus 212, bukan 312.
Ia juga menekankan bahwa perusahaan City Air Bus hanya memiliki satu pengemudi wanita berusia 23 tahun, ia ingat pernah naik bus yang dikemudikan oleh wanita yang sama sekitar enam bulan yang lalu.
Netizen tersebut mengatakan bahwa pengemudi wanita itu mengemudi dengan tubuh condong ke depan sepanjang perjalanan, tampak sangat gugup.
"Saya sangat tegang selama perjalanan, dan sekarang saya masih merasa ngeri memikirkannya," tulisnya.
Netizen itu melanjutkan ceritanya, dan setelah berdiskusi dengan keluarganya di rumah, ternyata mereka juga pernah menumpang bus yang dikemudikan oleh pengemudi wanita yang sama.
Mereka menyimpulkan bahwa kemampuan mengemudinya telah meningkat dari "awalnya bahkan tidak bisa menepi dengan benar, hingga sekarang perlahan membaik."
Namun, netizen itu menambahkan, "Tetapi tetap saja, menyerahkan nyawa penumpang kepada seorang pengemudi baru itu cukup menakutkan."
Ia menekankan bahwa ia tidak meragukan kemampuan pengemudi muda atau wanita, malah ia sangat suka naik bus yang dikemudikan oleh pengemudi wanita di rute nomor 630 milik perusahaan Metropolitan Transport Corporation, karena terasa nyaman dan aman.
Namun, ia berharap pihak terkait dapat memperketat kualifikasi pengemudi transportasi umum dan menyingkirkan pengemudi yang tidak kompeten. Namun, netizen tersebut kemudian menegaskan bahwa ia tidak dapat memastikan apakah pengemudi bus yang ia temui di masa lalu adalah pengemudi yang sama dengan yang terlibat dalam kecelakaan kemarin.
Selain itu, banyak netizen lain yang membagikan pengalaman mereka saat naik bus. "Pacar saya juga mengatakan hal yang sama. Setelah sekali naik bus yang dikemudikan olehnya, dia takut dan tidak berani naik lagi. Kata pacar saya, pengemudi itu terus mengomel saat mengemudi," tulis seorang netizen.
"Pengemudi wanita yang mengemudikan bus 212... Saya ingat sekitar enam bulan yang lalu, saat menunggu lampu merah di Zhongxiao East Road, dia membunyikan klakson untuk bergegas sebelum lampu hijau. Benar-benar tidak sopan," tulis netizen lainnya.
Ada juga netizen yang mengatakan bahwa ia hanya perlu naik sekali untuk mengingatnya. Pengemudi itu akan mengomel tak terkendali jika ada sepeda motor atau mobil yang mendekat ke jalurnya. Jika penumpang ingin turun tetapi tidak menekan bel, dia juga akan terus memarahi mereka.
Namun, masih belum dapat dipastikan apakah pengemudi yang disebutkan oleh para netizen di kolom komentar adalah pengemudi wanita yang sama.