(Taiwan, ROC) --- Orang tua diimbau untuk waspada karena wabah enterovirus di Taiwan masih menunjukkan tren peningkatan dan saat ini berada pada periode puncak. Berdasarkan data statistik dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Taiwan (CDC), jumlah pasien rawat jalan dengan enterovirus mencapai lebih dari 20.000 orang pada pekan lalu, meningkat 4,7% dibandingkan pekan sebelumnya.
Total 347 kelas di sekolah-sekolah di seluruh Taiwan diliburkan karena wabah ini. Diperkirakan wabah ini akan terus berlanjut hingga akhir bulan.
Sebelum taifun Usagi melanda, wabah enterovirus telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Data pemantauan wabah enterovirus CDC pada 3 November 2024, menunjukkan bahwa jumlah pasien rawat jalan dengan enterovirus mencapai 20.913 orang pada pekan lalu. Ini juga adalah angka tertinggi yang pernah tercatat.
Wakil Direktur CDC, Lo Yi-chun (羅一鈞), menyatakan bahwa wabah ini akan memasuki puncaknya dan diperkirakan akan tetap tinggi hingga akhir November. Periode wabah diperkirakan baru akan berakhir pada bulan Desember.
Berdasarkan data statistik dari CDC Taiwan, jumlah pasien rawat jalan dengan enterovirus mencapai lebih dari 20.000 orang pada pekan lalu 圖/PEXELS
Berdasarkan data statistik, tercatat 347 kelas di seluruh Taiwan diliburkan akibat sebaran virus enterovirus. Jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak Juni tahun ini. Dari total kelas yang diliburkan, 263 kelas berasal dari taman kanak-kanak, 27 kelas dari sekolah dasar, dan 57 kelas dari tempat penitipan anak.
Orang tua dan pengasuh anak diimbau untuk tidak menyepelekan wabah ini dan selalu memperhatikan kondisi kesehatan anak-anak.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Taiwan juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai jenis enterovirus. Baik orang dewasa maupun anak-anak harus menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan diri, memastikan sirkulasi udara yang baik di rumah dan tempat belajar, membersihkan dan mendesinfeksi rumah secara rutin, serta mencuci dan mendesinfeksi mainan dan barang-barang yang sering disentuh anak-anak.
Selain itu, hindari kontak dengan orang yang terinfeksi, segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala yang mencurigakan, dan hindari tempat umum yang ramai selama periode wabah untuk mencegah infeksi dan penyebaran berbagai jenis enterovirus di masyarakat.

