(Taiwan, ROC)—Kepala Kantor Ekonomi dan Budaya Taipei di Peru Francisca Chang (張幼慈) pada 13 November waktu setempat, mengadakan jamuan makan untuk menyambut delegasi Taiwan di Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) tahun ini. Dalam sambutannya, Pemimpin Delegasi APEC Taiwan Lin Hsin-i (林信義) menekankan bahwa menghadapi restrukturisasi rantai pasokan global dan perubahan geopolitik yang tajam di Asia-Pasifik, Taiwan telah memanfaatkan keunggulan ekonominya dan diplomasi nilai untuk mendapatkan dukungan internasional, sehingga dunia semakin mengenal Taiwan.
Taiwan pun menjadi kekuatan pendorong bagi perkembangan dan inovasi industri teknologi global. Pemerintah Taiwan sepenuhnya mendorong lima industri kepercayaan dan ekspor industri strategis, serta memperkuat posisinya yang tak tergantikan dalam rantai pasokan global melalui dua pilar utama, yaitu semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI).
Lin Hsin-i tiba di Lima, Peru, pada 13 November pagi waktu setempat, dan menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Perwakilan Francisca Chang pada malam harinya.
Dalam sambutannya, Lin Hsin-i mengungkapkan bahwa ia merasa sangat terhormat menerima amanat dari Presiden Lai Ching-te (賴清德) untuk mewakili Presiden dalam menghadiri KTT APEC tahun ini. Karena pada tahun 2005 ia juga pernah mewakili Presiden saat itu, Chen Shui-bian (陳水扁), dalam KTT APEC di Busan, Korea Selatan. Lin mengerti bahwa sebelum menghadiri pertemuan tersebut, diperlukan persiapan yang sangat rinci seperti komunikasi dan koordinasi di belakang layar. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua instansi pemerintah yang telah bekerja sama dan bekerja keras.
Lin Hsin-i menekankan bahwa panggung internasional Taiwan semakin terbuka, memberikan peluang besar bagi bakat-bakat politik dan perdagangan yang telah lama terlibat dalam urusan internasional dengan semangat tinggi. Melalui kerja keras yang konsisten dan upaya ekspansi yang aktif, Taiwan membangun kekuatannya sedikit demi sedikit. Hal ini menjadi pendorong utama negara dalam mengatasi kesulitan dan bergabung dengan komunitas internasional. Mengenai konferensi dan jadwal padat dalam beberapa hari ke depan, sangat bergantung pada dukungan dan bantuan dari banyak pihak. Setiap tugas yang sulit membutuhkan persatuan dan tekad bersama dari semua pihak.