(Taiwan, ROC) -- Financial Times Inggris baru-baru ini melaporkan bahwa Taiwan sedang mempertimbangkan untuk membeli peralatan militer dari Amerika Serikat (AS) senilai lebih dari 15 Miliar dolar AS (sekitar NT$487,8 miliar), termasuk jet tempur F-35B, kapal perusak kelas Aegis, dll. Menanggapi hal tersebut Menteri Pertahanan Nasional Taiwan, Wellington Koo (顧立雄) saat berada di Yuan Legislatif pada pagi hari ini (13/11) menyatakan bahwa Taiwan dan AS memiliki mekanisme kerja sama dan pertukaran militer yang erat. Setiap kebutuhan militer Taiwan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan operasi pertahanan akan diajukan melalui mekanisme pertukaran militer yang terstruktur.
Menhan Koo menegaskan, proyek pembelian senjata saat ini berfokus pada empat aspek, termasuk “pembangunan kemampuan pertahanan asimetris”, “penguatan ketahanan tempur”, “peningkatan kekuatan cadangan”, dan “tanggapan efektif terhadap operasi di wilayah abu-abu”. Taiwan ke depannya akan berpegang pada keempat aspek tersebut dalam berkomunikasi dengan pihak AS, mengajukan peralatan dan pelatihan militer yang sesuai dengan kebutuhan pertahanan Taiwan.
Mengenai apakah daftar kebutuhan terkait akan melampaui anggaran pertahanan Taiwan, Menhan Koo menjawab bahwa pertimbangan akan dilakukan berdasarkan kebutuhan pertahanan yang nyata dan kemampuan finansial. Menteri Pertahanan Nasional Taiwan, Wellington Koo (顧立雄) mengatakan, “Selama memenuhi keempat aspek utama ini, kami akan berkomunikasi dengan pihak AS terlebih dahulu. Untuk pemerintahan Trum mendatang, kami juga akan terus berkomunikasi melalui mekanisme pertukaran militer yang sudah ada dan mengajukan peralatan militer yang kami anggap perlu untuk dipersiapkan.”
Terkait Presiden terpilih AS Donald Trump yang berencana mengundang anggota DPR dari Partai Republik, Michael Waltz, seorang mantan pasukan khusus Angkatan Darat untuk menjabat sebagai Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Menhan Koo menyatakan bahwa Taiwan menghormati pergantian pejabat dalam politik demokrasi. Koo juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Waltz, yang sebelumnya memimpin pembentukan “Tiger Team” di DPR untuk mendorong percepatan pengiriman penjualan senjata AS ke Taiwan.
Selain itu, terkait pengumuman Trump bahwa posisi Menteri Pertahanan AS di masa depan akan diisi oleh pembawa acara Fox News, Pete Hegseth, Menhan Koo menyatakan bahwa Taiwan menyambut baik setiap penunjukan pejabat yang bersahabat dengan Taiwan.