History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kebijakan Luar Negeri Taiwan Muncul di Think Tank Selandia Baru, Joanne Ou Serukan Dukungan untuk Partisipasi di UNFCCC

  • 13 November, 2024
  • 曾秀情
Kebijakan Luar Negeri Taiwan Muncul di Think Tank Selandia Baru, Joanne Ou Serukan Dukungan untuk Partisipasi di UNFCCC
Markas PBB di New York

(Taiwan, ROC) – Majalah dwibulanan wadah pemikir ternama Selandia Baru, Institut Urusan Internasional Selandia Baru (NZIIA) menjadikan “Kebijakan Luar Negeri Taiwan” sebagai topik utama sampulnya dan memuat artikel dari perwakilan Taiwan di Selandia Baru Joanne Ou (歐江安).

Dalam artikelanya, Joanne Ou (歐江安) menyerukan dukungan bagi partisipassi Taiwan dalam organisasi internasional seperti Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC) dan meminta Sekretariat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tidak menyalahgunakan Resolusi 2758 guna mengecualikan Taiwan dari sistem PBB.

Edisi November/Desember majalah dwibulanan NZIIA menampilkan “Kebijakan Luar Negeri Taiwan” sebagai topik sampulnya. Edisi ini memuat artikel sepanjang 3.000 kata karya Joanne Ou (歐江安) berjudul “Demokrasi, Perdamaian, dan Stabilitas – Kemitraan Berbasis Nilai Bersama antara Selandia Baru dan Taiwan.”

Joanne Ou menyerukan dukungan dari berbagai pihak agar Taiwan dapat berpartisipasi dalam UNFCCC, Organisasi Polisi Kriminalitas Internasional (INTERPOL), Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dll. Ou juga meminta Sekretariat PBB untuk bersikap netral dan menghentikan penyalahgunaan Resolusi 2758 yang disahkan pada Sidang Umum PBB tahun 1971, yang selama ini digunakan secara tidak adil guna mengecualikan hak pemerintah dan rakyat Taiwan untuk berpartisipasi dalam sistem PBB.

Konferensi COP29 dari UNFCCC sedang berlangsung, dan Joanne Ou (歐江安) menyatakan bahwa meskipun Taiwan telah lama dikecualikan dari mekanisme UNFCCC, Taiwan tetap berkomitmen pada perlindungan lingkungan dan penanganan perubahan iklim ekstrem. Taiwan telah mengesahkan berbagai regulasi seperti “aturan penanganan perubahan iklim”, “aturan biaya karbon”, dan “aturan pengelolaan rencana pengurangan emisi mandiri”, yang menunjukkan tekad dan kemampuannya dalam mencapai “transisi menuju emisi nol bersih 2050.”

Joanne Ou (歐江安) menegaskan, Taiwan telah memasuki era di mana emisi karbon memiliki harga, dan melalui mekanisme “penetapan harga karbon”, Taiwan mendorong perusahaan untuk melakukan transisi ke emisi rendah karbon. Sistem biaya karbon ini diharapkan menjadi pendorong baru bagi pertumbuhan keuangan hijau dan ekonomi sirkular di Taiwan.

Komentar

Terbarumore