(Taiwan - ROC) Taiwan yang pada tanggal 16 Juli 2013 mengumumkan 3 wilayah pegunungan sebagai wilayah terjangkit rabies, membuat situasi bebas rabies selama 50 tahun lebih berakhir. Setelah tahun lalu kasus rabies merebak, binatang peliharaan masyarakat Taiwan diharuskan untuk melakukan vaksinasi, tetapi hingga sekarang ini masih banyak bintang peliharaan anjing dan kucing yang belum divaksinasi. Menjelang Hari Rabies Dunia tanggal 28 September, Divisi Inspeksi dan Pencegahan dibawah Dewan Pertanian, hari ini tanggal 5 Septermber secara khusus menghimbau pemelihara binatang untuk tetap terus melakukan vaksinasi binatang peliharaannya, kalau tidak akan dikenakan denda paling tinggi sebesar NTD50 ribu.
Setelah tahun lalu di Taiwan merebak kasus epidemi rabies, Dewan Pertanian terus meningkatkan penyuluhan, tahun lalu ada 1,02 juta binatang peliharaan yang divaksinasi, untuk bulan Juli hingga September tahun lalu saja juga menyuntik 630 ribu dosis, atau 60% dari jumlah penyuntikan selama setahun; setelah berjalan setahun dimana batas waktu bagi binatang peliharaan untuk divaksinasi, tetapi hingga sekarang ini mereka yang menyuntikan binatangnya jauh lebih sedikit dari tahun kemarin.
Untuk daerah Taitung yang menjadi wilayah memiliki resiko paling tinggi penyebaran rabies, tahun lalu masyarakat secara otomatis membawa binatang peliharaannya untuk divaksinasi, tahun ini divisi inspeksi dan pencegahan yang malah harus mengutus petugasnya ke rumah-rumah penduduk. Ketua divisi inspeksi dan pencegahan, Chang Shu-xian menyampaikan, meskipun wilayah epidemi rabies hanya sebatas pada daerah pegunungan dan hanya terfokus pada binatang tikus, tetapi penyuntikan vaksinasi binatang harus mencapai 70% lebih baru dapat mencegah timbul kembalinya resiko rabies.
Chang Shu-xian mengatakan : ada 9 kabupaten dan kota, 62 desa yang terjangkit, tetapi langkah pertama pencegahan penyakit rabies adalah menyuntik vaksinasi rabies pada binatang peliharaan yang ada bersama kita. Berdasarkan survey terkait dari WHO dan OIE, setiap tahun di seluruh dunia ada 55 ribu orang yang meninggal karena rabies dimana 95% darinya karena luka akibat gigitan kucing atau anjing. Untuk itu pencengah penyakit rabies yang paling penting adalah membawa binatang peliharaan disuntik vaksinasi rabies.
Guna meningkatkan jumlah penyuntikan vaksinasi rabies, Divisi Inspeksi dan Pencegahan mencanangkan kegiatan penyuluhan, seperti penempatan dan penyuntikan keliling, melakukan vaksinasi gratis pada daerah-daerah beresiko tinggi serta meningkatkan pendataan binatang peliharaan. Ditekankan sejak timbulnya wabah hingga sekarang ini sudah berjalan 1 tahun, apabila pemilik binatang peliharaan tidak menyuntik vaksinasi pada binatang peliharaannya, mungkin akan dikenai denda NTD10 ribu hingga 50 ribu.