(Taiwan, ROC) --- Ketika memasuki musim taifun, pernahkah terlintas di benak Anda perihal nama-nama Taifun yang pernah ada? Tidak sedikit warga awam yang penasaran bagaimana pemberian nama kepada fenomena taifun, yang notabene sering terjadi saat musim panas hingga ke pergantian musim gugur tersebut.
1. Mengapa Memberikan Nama Pada Taifun?
Pemberian nama pada setiap taifun dilakukan untuk memudahkan identifikasi. Dalam konteks di lapangan, terkadang bisa ada beberapa siklon tropis (fenomena cuaca sebelum berkembang menjadi taifun) yang muncul di lautan pada saat yang sama. Oleh karena itu, menggunakan nomor atau kode akan memudahkan para pengamat untuk membedakannya.
Lantas, mengapa kita tidak cukup dengan memberi label nomor dan kode saja? Mengapa harus memberikan sebutan seperti nama manusia?
Pemberian nama dilakukan untuk memudahkan masyarakat mengingat dan membedakan antara satu taifun dengan yang lain.
Selain itu, penamaan ini juga membantu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana yang mungkin ditimbulkan oleh taifun.

Jumlah jalur siklon tropis dan taifun di Samudra Pasifik Utara dari tahun 1980 hingga 2005.
2. Siapa yang Menamai Taifun?
Kebiasaan memberi nama pada taifun pertama kali dimulai oleh institusi milik Amerika Serikat, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) yang berlokasi di Guam. Selama Perang Dunia II, AS telah mulai memberi nama pada siklon tropis untuk memudahkan identifikasi.
Pada tahun 1950-an, World Meteorological Organization (WMO) mulai memberi nama taifun berdasarkan nama-nama wanita. Hal ini didasari oleh kebiasaan tentara dan pelaut Amerika yang menggunakan nama-nama wanita untuk merujuk kepada taifun selama Perang Dunia II.
Pada akhir 1970-an, karena pertimbangan kesetaraan gender, WMO mulai menggunakan nama-nama laki-laki dan wanita secara bergantian dalam daftar nama taifun.
Dari tahun 1947 hingga 1999, siklon tropis di kawasan Pasifik Barat Laut dan Laut Tiongkok Selatan diberi nama sesuai dengan sistem ini (nama pria dan wanita), meskipun tidak secara resmi.
Kemudian, baik Tiongkok maupun Jepang mulai memberi nomor pada setiap taifun. Namun, mengingat taifun dapat mempengaruhi lebih dari satu negara, untuk menghindari kebingungan, maka mulai tahun 2000, daftar nama siklon tropis di Pasifik Barat Laut kemudian dibuat oleh Komite Taifun Organisasi Meteorologi Dunia (WMO Typhoon Committee).
Institusi Komite Taifun WMO mungkin belum banyak dikenal oleh sebagian orang. Uniknya, Taiwan yang setiap tahunnya berurusan langsung dengan taifun, malah tidak disertakan ke dalam keanggotaan Komite Taifun WMO, karena situasi geopolitik dunia yang mengakui Kebijakan Satu Tiongkok.

Komite Taifun WMO (WMO Typhoon Committee ) terdiri dari 14 negara anggota, masing-masing Kamboja, Tiongkok, Korea Utara, Hong Kong, Jepang, Laos, Macau, Malaysia, Federasi Mikronesia, Filipina, Korea Selatan, Thailand, Amerika Serikat dan Vietnam.
Ke 14 negara di atas diminta untuk memberikan 10 nama, yang kemudian disusun menjadi sebuah daftar dengan total nama taifun sebanyak 140 nama.
140 daftar nama tersebut nantinya akan digunakan secara siklikal, yakni setelah seluruh nama telah digunakan, maka akan kembali ke nama pertama dan dimulai lagi.
Dan setiap negara anggota tentu memiliki bahasa masing-masing, sehingga menambah keragaman dan keunikan dari nama-nama taifun yang saat ini berseliweran di tengah masyarakat.


Daftar 140 nama taifun WMO
Pemberian nama kepada taifun bukan hanya untuk alasan estetika tetapi juga untuk alasan praktis. Menggunakan nama membuat komunikasi dan pemberitaan tentang taifun menjadi lebih jelas dan lebih mudah dipahami oleh publik, daripada menggunakan angka atau kode teknis.
Sebuah nama taifun dapat diganti atau dihapus dari daftar yang ada, jika taifun tersebut menyebabkan kerusakan besar atau korban jiwa yang signifikan, agar menghindari insensitivitas dalam penggunaan nama tersebut di masa mendatang.
Ketika sebuah nama dihapus atau diganti, negara yang sebelumnya mengusulkan nama tersebut akan mengajukan nama pengganti. Proses ini mirip dengan bagaimana nama badai di Atlantik atau Pasifik dikelola, di mana nama badai yang sangat merusak juga akan dihapus dan digantikan dengan nama lain.
Adapun mekanisme tepat untuk penggantian nama dan kriteria yang harus dipenuhi untuk penghapusan nama tetap merujuk pada ketentuan Komite Taifun Organisasi Meteorologi Dunia (WMO Typhoon Committee).