(Taiwan, ROC) --- Seorang pasien berusia 58 tahun bermarga Wang (王姓) mengalami sakit perut bagian atas yang tiba-tiba, disertai keringat dingin ketika bekerja. Rasa sakit yang tak tertahankan membuatnya sampai berguling-guling di lantai. Ia segera dilarikan ke Unit Gawat Darurat China Medical University Hsinchu Hospital di Hsinchu.
Hasil pemindaian tomografi komputer menunjukkan adanya enam batu empedu. Dokter bedah umum, Lee Po-chang (李博彰), segera melakukan operasi laparoskopi 3D minimal invasif. Dalam waktu sekitar setengah jam, enam batu empedu berhasil dikeluarkan, dengan yang terbesar berukuran sekitar 1,5CM. Wang pun diperbolehkan pulang pada keesokan harinya.
Dokter Lee Po-chang menjelaskan bahwa pasien tersebut memiliki kelainan saluran empedu, di mana saluran hati kiri dan kanan berada di luar area portal hepatik, dan saluran kandung empedu terhubung ke saluran hati kanan, bukan ke saluran empedu utama seperti pada umumnya.
Oleh karena itu, operasi laparoskopi 3D minimal invasif dipilih untuk memastikan visibilitas yang jelas selama prosedur. Saluran kandung empedu dan saluran hati kanan berhasil dipisahkan dengan aman, dan kandung empedu diangkat tanpa komplikasi lebih lanjut.
Dalam waktu sekitar setengah jam, enam batu empedu berhasil dikeluarkan, dengan yang terbesar berukuran sekitar 1,5CM. 圖/YAHOOTAIWAN
Dokter Lee Po-chang juga menunjukkan bahwa pasien tersebut sebelumnya tidak menunjukkan gejala atau rasa sakit sama sekali, serta rutin minum 2.000 cc air setiap hari. Namun, karena kelainan sistem empedu, pasien mengalami gangguan aliran empedu, yang menyebabkan empedu mudah menumpuk.
Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan pembentukan batu empedu yang menyumbat saluran kandung empedu dan memicu rasa sakit yang hebat.
Dokter Lee Po-chang menyatakan bahwa pasien tersebut memiliki kelainan saluran empedu bawaan, yang menyebabkan pembentukan batu empedu. Kondisi ini hanya dapat dideteksi melalui pemindaian tomografi komputer atau resonansi magnetik (MRI) saluran empedu tingkat lanjut.