History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Nenek 95 Tahun di Miaoli Alami Kekerasan oleh PMA, Pekerja Migran Mengaku Bersalah: Merawat Lansia Itu Menjengkelkan

  • 05 November, 2024
  • 尤繼富
Nenek 95 Tahun di Miaoli Alami Kekerasan oleh PMA, Pekerja Migran Mengaku Bersalah: Merawat Lansia Itu Menjengkelkan
圖/YAHOO 台灣

(Taiwan, ROC) --- Di kawasan Yuanli, Kabupaten Miaoli, Taiwan, telah terjadi kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pekerja migran terhadap pasien yang dirawat. Seorang pekerja migran perempuan asal Indonesia berusia 30 tahun diduga telah melakukan kekerasan fisik terhadap seorang nenek berusia 95 tahun dalam jangka waktu yang lama.

Peristiwa ini terungkap ketika korban, pada pertengahan Oktober, berteriak meminta tolong kepada putranya, "Tolong aku, pekerja migran mencekikku!".

Pihak keluarga yang terkejut kemudian mendapati tubuh nenek tersebut dipenuhi luka dan memar. Nenek tersebut segera dibawa ke panti jompo untuk mendapatkan perawatan, dan laporan polisi diajukan pada tanggal 21 Oktober 2024.

Pekerja migran bersangkutan telah mengakui perbuatannya, dan Dinas Ketenagakerjaan setempat telah memerintahkan agensi penyalur untuk mengamankan pekerja migran tersebut. Investigasi lebih lanjut masih dilakukan untuk mengungkap detail kasus ini.

Seorang pekerja migran perempuan asal Indonesia berusia 30 tahun diduga telah melakukan kekerasan fisik terhadap seorang nenek berusia 95 tahun dalam jangka waktu yang lama.圖/CTWANT

Melalui media sosial, cucu perempuan sang nenek mengungkapkan bahwa keluarganya memperlakukan pekerja migran tersebut dengan sangat baik. Mereka menyediakan tempat tidur baru dan secara rutin membelikan makanan kesukaannya. Awalnya, pekerja migran tersebut dikenal pendiam dan tertutup. Namun, pada bulan Oktober, kepribadiannya berubah drastis.

Sang pekerja migran sering menghabiskan waktu dengan melakukan panggilan video selama 24 jam dan bahkan menunjukkan sikap tidak acuh ketika diminta membantu nenek tersebut untuk berbalik badan atau membersihkan dahak.

Nenek tersebut menggunakan selang makanan melalui hidung. Untuk mencegah nenek menarik selang, pekerja migran kemudian mengikat leher nenek dengan handuk.

Pada tanggal 14 Oktober 2024, ketika dijenguk oleh keluarganya, sang nenek tiba-tiba berteriak meminta tolong. Betapa terkejutnya mereka ketika menemukan bahwa di balik handuk tersebut, leher nenek tersebut membengkak dan dipenuhi luka memar. Namun, pekerja migran tersebut berdalih tidak mengetahui hal tersebut.

阿嬤被外籍移工虐待,全身多處瘀青。(圖/翻攝自Dcard)

Luka memar ditemukan di beberapa bagian tubuh nenek, meliputi dada, perut, kaki, tangan, dan punggung, yang diduga mendapat kekerasan fisik dari pekerja migran yang direkrut untuk menjaganya 圖/DCARD

Pada tanggal 16 Oktober, nenek tersebut kembali meminta tolong kepada keluarganya, mengatakan bahwa pekerja migran tersebut telah memukul dadanya. Keluarga nenek tersebut kemudian menemukan banyak luka memar di dada, perut, kaki, tangan, dan punggung nenek tersebut.

Mereka segera membawa nenek tersebut ke panti jompo dan melakukan visum serta pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan memastikan bahwa tidak ada pendarahan internal. Dan luka memar yang diderita oleh nenek dipastikan bukan disebabkan oleh penyakit, melainkan akibat kekerasan fisik.

救我,外勞掐我」 苗栗9旬嬤遭看護施暴全身瘀青!家屬怒報警| ETtoday社會新聞| ETtoday新聞雲

Luka memar ditemukan di beberapa bagian tubuh nenek, meliputi dada, perut, kaki, tangan, dan punggung, yang diduga mendapat kekerasan fisik dari pekerja migran yang direkrut untuk menjaganya 圖/ETTODAY

Setelah nenek tersebut dirawat di panti jompo pada 21 Oktober 2024, pihak keluarga segera melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Kepolisian Tongxiao menyatakan bahwa pekerja migran perempuan tersebut telah mengakui perbuatannya. Ia mengaku melakukan kekerasan fisik karena stres akibat harus merawat lansia dalam waktu yang lama. Dinas Ketenagakerjaan setempat telah memerintahkan agensi penyalur untuk mengamankan pekerja migran tersebut. Hingga berita ini dirilis, pihak berwenang masih akan melakukan investigasi lebih lanjut terhadap kejadian ini.

Komentar

Terbarumore