(Taiwan, ROC) --- Perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak Februari 2022 telah memasuki tahun ketiga. Sejumlah warga Taiwan diketahui bergabung sebagai sukarelawan dalam perang tersebut.
Setelah kematian Tseng Sheng-guang (曾聖光) di medan perang pada November 2022, kini Wu Chung-ta (吳忠達), 44 tahun, juga dikabarkan gugur, menjadikannya warga negara Taiwan kedua yang tewas dalam perang di Ukraina.
Ibu Wu Chung-ta mengungkapkan bahwa dia telah berulang kali membujuk putranya untuk tidak pergi ke Ukraina. Ketika Wu Chung-ta kembali ke Taiwan untuk memulihkan diri dari cedera tahun ini, sang ibu kembali berusaha mencegahnya kembali ke medan perang.
Namun, Wu Chung-ta bersikeras dengan mengatakan bahwa dia tidak tega melihat banyak anak menjadi korban perang dan tidak sempat tumbuh dewasa. Dia bahkan berpesan agar keluarganya tidak membawa pulang jenazahnya jika dia tewas. Ucapannya yang menjadi kenyataan ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Wu Chung-ta, mantan anggota pasukan khusus Angkatan Darat, pergi ke Ukraina untuk kedua kalinya pada Juli tahun ini untuk menjadi sukarelawan. Naas, ia gugur saat menjalankan misi pada malam hari tanggal 31 Oktober 2024, meninggalkan kedua orang tua dan tiga anaknya yang masih di bawah umur di Kaohsiung.
Kepala Distrik Lingya, Jheng Mei-hua (鄭美華), mengunjungi keluarga Wu Chung-ta untuk menyampaikan belasungkawa. Ia menyampaikan bahwa ibu Wu Chung-ta telah berulang kali membujuk putranya untuk tidak pergi ke Ukraina.
Namun, Wu Chung-ta bertekad untuk pergi karena tidak tega melihat banyak anak di sana menjadi korban perang dan tidak sempat tumbuh dewasa. Meskipun sang ibu telah memintanya untuk segera pulang, tekad Wu Chung-ta untuk tetap berada di Ukraina tidak tergoyahkan.
Setelah mengalami cedera dan kembali ke Taiwan untuk pemulihan, Wu Chung-ta berangkat ke medan perang Ukraina untuk kedua kalinya pada bulan Juli tahun ini. Sebelum keberangkatannya, ia berpesan kepada keluarganya agar tidak mencarinya di Ukraina jika terjadi sesuatu padanya, dan membiarkannya di sana. Tak disangka, kata-kata perpisahannya itu menjadi pesan terakhirnya.