(Taiwan, ROC) --- Taifun Kong-rey yang melanda Taiwan pada hari Kamis kemarin (31/10) membawa angin kencang ke seluruh Taiwan. Pulau Orchid bahkan dilanda angin dengan intensitas mencapai level 17, menandakan kekuatan taifun yang sangat besar. Sejumlah penerbangan pun terkena imbasnya.
Salah satunya adalah penerbangan China Airlines yang sempat mengalami tiga kali kegagalan pendaratan di Bandara Taoyuan akibat angin kencang dan hujan deras.
Kejadian ini memicu insiden yang mengejutkan, di mana seorang penumpang kelas bisnis merasa tidak puas, yang akhirnya membuat seorang staf darat harus sampai berlutut meminta maaf.
Peristiwa tersebut terekam kamera warga dan langsung menjadi viral. Pihak China Airlines pun telah memberikan tanggapan terkait insiden ini.
Sebuah pesawat China Airlines dikarenakan taifun Kong-rey kesulitan mendarat sebanyak 3 kali, dan akhirnya berhenti di Bandara Kaohsiung, yang mana berbeda dengan tujuan awal yakni Bandara Taoyuan, yang kemudian membuat seorang staf darat harus sampai berlutut meminta maaf. (圖/今日新聞)
Pesawat China Airlines dengan nomor penerbangan CI782 yang berangkat dari Ho Chi Minh City menuju Taipei pada hari Kamis (31/10) seharusnya mendarat di Bandara Taoyuan. Namun, angin kencang yang dibawa oleh taifun Kong-rey menyebabkan pesawat bersangkutan gagal mendarat sebanyak tiga kali. Akhirnya, pesawat pun dialihkan ke Bandara Kaohsiung.
Kegagalan pendaratan pesawat akibat taifun ternyata memicu kemarahan seorang penumpang kelas bisnis yang melampiaskannya di dalam pesawat. Parahnya lagi, staf darat China Airlines harus sampai bersujud di hadapannya.
Seorang penumpang lain merekam kejadian ini dan mengunggahnya ke Threads. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria berbadan tegap mengenakan baju hitam dan celana pendek abu-abu berdiri di lorong pesawat sambil menunduk menatap petugas darat yang berlutut di lantai.
Penumpang yang merekam video tersebut juga menyindir pria tersebut dengan mengatakan, "Salut masih punya tenaga buat marah-marah, saya saja sampai tidak kuat memegang kantong muntah."
Menanggapi kejadian ini, China Airlines menyatakan bahwa keselamatan adalah prioritas utama mereka dalam melayani setiap penumpang. Beberapa penerbangan akhirnya diputuskan untuk dialihkan pendaratannya, juga telah sesuai dengan standar keselamatan bandara, terutama dalam menanggapi faktor alam yang tidak menentu.