History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

TRA Luncurkan 30 Varian Bento Unik, Raup Pendapatan NT$34 Juta

  • 02 November, 2024
  • 許秀玉
TRA Luncurkan 30 Varian Bento Unik, Raup Pendapatan NT$34 Juta
TRA Luncurkan 30 Varian Bento Unik, Raup Pendapatan NT$34 Juta / foto: CNA

(Taiwan, ROC)-- Perusahaan Kereta Api Taiwan (TRA) berhasil menciptakan 30 varian bento khas yang menghasilkan pendapatan sekitar NT$34,47 juta dari penjualan sepanjang Januari hingga September tahun ini. TRA juga meluncurkan bento dengan dua lauk dan bento sehat untuk menarik segmen pasar yang berbeda.

TRA mengumumkan melalui siaran pers bahwa strategi pengembangan bento mereka belakangan ini melibatkan kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Pariwisata, pemerintah daerah, serta pihak perkeretaapian Jepang. Sejak Januari hingga September tahun ini, mereka telah menciptakan 30 varian bento, dan mencetak penjualan senilai NT$34,47 juta.

TRA menjelaskan bahwa untuk menu bento tetap yang akan selalu dijual di toko tahun ini, mereka akan mencoba menjual dua varian, yaitu "bento dua lauk " dan "bento sehat". Menu bento di setiap daerah agak berbeda. Misalnya, di Taiwan selatan terdapat "Bento Keberuntungan" dan di Taiwan utara ada "Bento Ayam Asap Teh", yang diluncurkan untuk menarik konsumen baru.

Sejak bulan Mei, TRA meluncurkan beberapa bento seharga NT$120 dengan dua lauk utama atau bahan berkualitas tinggi sebagai daya tarik. Salah satunya adalah "Bento Keberuntungan" yang dibuat oleh tim kuliner Kaohsiung. Bento ini menggabungkan iga kecap dan ikan goreng sebagai lauk utama, dilengkapi dengan telur rebus kecap, tumisan tahu dengan ikan teri, jamur gulung, dan dua jenis sayur. Bento ini telah menghasilkan lebih dari NT$1 juta per bulan selama lima bulan berturut-turut sejak diluncurkan.

Sedangkan bento sehat bertujuan mendukung promosi diet sehat yang diluncurkan oleh Ditjen Kesehatan Nasional. Mulai 17 Oktober, tim kuliner Taipei meluncurkan "Bento Ayam Asap Teh", yang menggunakan daging ayam yang diasapi dengan daun teh sebagai lauk utama, nasi putih yang dicampur quinoa merah dan beras cokelat, serta jagung untuk menambah nutrisi. Pihak TRA sengaja menambah sayur dan serat di bento ini, serta memilih produk kedelai yang tidak digoreng, menyesuaikan kebutuhan masyarakat modern untuk diet rendah minyak, rendah garam, dan tinggi serat.

TRA menyampaikan bahwa mereka akan terus mengembangkan menu bento yang sesuai dengan preferensi berbagai kalangan pelanggan. Dengan tetap mengutamakan rasa yang lezat dan keamanan pangan, TRA juga akan menggunakan bahan-bahan lokal untuk mengembangkan bisnis sampingannya ini.

Komentar

Terbarumore