History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Perbedaan Angka yang Cukup Signifikan, Anggota Legislator Pertanyakan Data MOL yang Diduga Menutupi Kebenaran.

  • 30 October, 2024
  • 尤繼富
Perbedaan Angka yang Cukup Signifikan, Anggota Legislator Pertanyakan Data MOL yang Diduga Menutupi Kebenaran.
Perbedaan Angka yang Cukup Signifikan, Anggota Legislator Pertanyakan Data MOL yang Diduga Menutupi Kebenaran.

(Taiwan, ROC) --- Menteri Ketenagakerjaan (MOL), Ho Pei-shan (何佩珊), menghadiri rapat Komite Kesehatan dan Lingkungan Yuan Legislatif pada Rabu hari ini (30/10) untuk melaporkan masalah kekurangan tenaga kerja, dan untuk pertama kalinya merilis survei yang menunjukkan bahwa ada sekitar 66.000 lowongan pekerjaan di Taiwan yang tidak dapat diisi selama lebih dari setengah tahun.

Namun, beberapa anggota legislator mempertanyakan bahwa Direktorat Jenderal Bujet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) juga mengumumkan pada bulan Agustus bahwa ada 242.000 lowongan pekerjaan. Jadi, apakah Taiwan kekurangan 66.000 atau 242.000 pekerja? Ho Pei-shan percaya bahwa survei MOL harus dijadikan patokan, karena survei DGBAS rentan terhadap kesalahan interpretasi.

Komite Kesejahteraan Sosial dan Lingkungan Kesehatan Yuan Legislatif mengundang Menteri MOL, Ho Pei-shan, untuk memberikan laporan khusus tentang "Gambaran Umum Kekurangan Tenaga Kerja Purna Waktu di Taiwan".

MOL juga merilis survei kekurangan tenaga kerja untuk pertama kalinya. Per akhir Juli tahun ini, ada sekitar 66.000 lowongan pekerjaan di Taiwan yang tidak dapat diisi selama lebih dari setengah tahun.

Ho Pei-shan menunjukkan bahwa survei ini menggunakan unit usaha asuransi tenaga kerja sebagai sampel, mengumpulkan jumlah lowongan pekerjaan purna waktu di industri dan jasa yang telah kosong selama lebih dari setengah tahun dan belum terisi per akhir Juli tahun ini, dengan total 4.018 sampel valid yang terkumpul.

Survei menunjukkan bahwa kekurangan tenaga kerja sebagian besar berada pada tingkat teknis menengah, dengan 40.000 lowongan pekerjaan, terhitung 59,7%, sedangkan hanya ada 5.000 pekerja teknis dan pekerja kasar tingkat dasar, terhitung 7,7%.

Hal ini menunjukkan bahwa Taiwan sebenarnya paling kekurangan pekerja teknis menengah, bukan pekerja kasar tingkat dasar.

Namun, anggota legislator dari Partai Kuomintang (KMT), Wang Yu-min (王育敏), mempertanyakan bahwa "Hasil Statistik Lowongan Pekerjaan Mei 2023" yang dirilis oleh DGBAS pada bulan Agustus menunjukkan bahwa, ada 242.000 lowongan pekerjaan di industri dan jasa pada akhir bulan Mei.

Jadi, apakah Taiwan kekurangan 66.000 atau 242.000 pekerja? Ada perbedaan yang besar antara kedua data tersebut, yakni mencapai lebih dari 3 kali lipat.

Ho Pei-shan percaya bahwa survei MOL harus dijadikan patokan, karena survei DGBAS rentan terhadap kesalahan interpretasi.

Menteri MOL mengatakan, "Mengapa saya melakukan survei ini? Ini juga pertama kalinya MOL melakukan survei statistik kekurangan tenaga kerja, karena saya ingin menghindari kesalahan interpretasi. Jika kita melihat angka 240.000 dari DGBAS, saya akan terus-menerus diminta untuk mendatangkan pekerja migran. Namun, saya pikir kita harus berhati-hati dalam hal perekrutan pekerja migran, jadi saya harus memiliki data survei yang akurat. Saya pikir data saya lebih akurat."

Ho Pei-shan menekankan bahwa lowongan pekerjaan yang dihitung oleh DGBAS adalah dengan menanyakan kepada perusahaan apakah mereka memiliki lowongan pada saat itu, dan lowongan ini mungkin akan segera terisi.

Oleh karena itu, definisi DGBAS tidak akurat dan sulit untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan. Dia akan terus berkomunikasi dengan DGBAS untuk menentukan dan mengintegrasikan satu versi dalam waktu satu bulan mendatang.

Komentar

Terbarumore