History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Cho Jung-tai: Jika Proyek Pengembangan Energi Selesai Sesuai Rencana, Tidak Kekurangan Listrik di Tahun 2030

  • 29 October, 2024
  • 曾秀情
Cho Jung-tai: Jika Proyek Pengembangan Energi Selesai Sesuai Rencana, Tidak Kekurangan Listrik di Tahun 2030
PM Co Jung-tai

(Taiwan, ROC) – Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) berkunjung ke Yuan Legislatif pada hari ini (29/10) untuk melaporkan rasio energi pemerintah dan kebijakan harga listrik. Ia menyampaikan, bahwa tujuan saat ini adalah agar di tahun 2030 “listrik ramah lingkungan akan mencapai 30%, batubara akan mencapai 20%, dan gas akan mencapai 50%”, demi pencapaian efek pengurangan karbon dengan meningkatkan engeri terbarukan dan mengurangi pembangkit listrik tenaga batu bara. Ia mengimbau seluruh pihak untuk mendukung rencana pengembangan engeri Taipower. Jika selesai sesuai rencana, maka tidak akan terjadi kekurangan listrik di tahun 2030.

Yuan Legislatif setuju untuk mengundang Perdana Menteri Cho Jung-tai memimpin pejabat dari Kementerian Ekonomi dan Lingkungan Hidup ke Legislatif Yuan pada 29 Oktober untuk membuat laporan khusus tentang rasio energi pemerintah dan kebijakan harga listrik, serta bersiap menghadapi pertanyaan.

Dalam laporan lisannya, Cho Jung-tai menyampaikan, bahwa situasi internasional telah berubah dengan cepat dalam beberapa tahun terakhir dan kebijakan energi nasional Taiwan merupakan komponen penting mobilitas. Industri semikonduktor memiliki keunggulan internasional dan permintaan pengembangan kecerdasan buatan di masa depan telah memberikan posisi yang menguntungkan. Oleh sebab itu, pengembangan energi Taiwan dan kebutuhan fisik sangatlah penting. Kemampuan menyediakan listrik yang aman dan konstan, serta tren pasokan ramah lingkungan, serta permintaan listrik dalam negeri juga sangat penting.

PM Cho Jung-tai mengutarakan bahwa Presiden Lai Ching-te (賴清德) mengusulkan transformasi energi kedua, antara lain difersifikasi energi hijau, konservasi energi dan berbagai aspek lainnya, membentuk jalur yang mapan untuk visi transformasi net-zero, terus mendorong struktur energi yang lebih baik agar Taiwan terintegrasi dengan dunia. Ia menyampaikan, bahwa tujuan saat ini adalah agar di tahun 2030 “listrik ramah lingkungan akan mencapai 30%, batubara akan mencapai 20%. %, dan gas akan mencapai 50%”, demi pencapaian efek pengurangan karbon dengan meningkatkan engeri terbarukan dan mengurangi pembangkit listrik tenaga batu bara.

Dunia luar khawatir apakah tenaga nuklir dapat menyediakan pasokan listrik yang stabil setelah dinonaktifkan. Cho Jung-tai menyampaikan, bahwa penggunaan tenaga nuklir harus mematuhi peraturan perundang-undangan dan dikelola sesuai dengan undang-undang. Jika teknologi energi nuklir baru di masa depan aman, tidak memiliki masalah limbah nuklir, dan memiliki konsensus sosial yang memadai, maka pemerintah akan terbuka untuk berdiskusi.

Cho Jung-tai menekankan, bahwa dalam rencana pengembangan tenaga listrik di masa depan, selain energi terbarukan, pemerintah juga merencanakan pembangunan unit baru berbahan bakar gas rendah karbon dengan karakteristik start-stop yang cepat sebagai energi penghubung. Di tahun 2033, peningkatan kumulatif bersih unit skala besar akan mencapai 17,86GW. Jika hal ini dapat berjalan sesuai rencana, Taiwan tidak akan kekurangan pasokan listrik, tapi masyarakat Taiwan dan pemerintah daerah masih perlu mendukung Taipower.

Cho Jung-tai menyampaikan, bahwa pemerintah juga meminta Kementerian Ekonomi dan Taipower Corp. untuk mengembangkan rencana retensi bakat di sektor tenaga nuklir guna mempertahankan personel asli guna mengatasi penelitian dan pengembangan teknologi energi nuklir baru di masa depan, mengakhiri pemrosesan limbah nuklir dan kemungkinan perubahan undang-undang lainnya.

Membahas tentang harga listrik baru yang akan diluncurkan pada Oktober tahun ini, Cho Jung-tai menyampaikan bahwa kali ini harga listrik untuk hajat hidup masyarakat akan dibekukan dan hanya harga listrik industri yang akan disesuaikan. Saat ini, diperkirakan dampak dari penyesuaian harga listrik pada Indeks Harga Konsumen (CPI) akan berada di 0,03 poin persentase.

Komentar

Terbarumore