(Taiwan, ROC) - Sejalan dengan kebijakan perawatan jangka panjang bagi masyarakat lansia dan tren global yang berfokus pada pembangunan yang sehat pasca pandemi, Taiwan Presidential Hackathon International Track 2024 diluncurkan dengan tema "Menikmati Tua Bersama, Keberlanjutan yang Sehat".
Sebuah lokakarya khusus diadakan untuk mendengarkan laporan dari pihak penyelenggara perihal proposal dari 10 tim yang telah diseleksi sebelumnya. Tampak hadir adalah Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴), Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chun (鄭麗君), Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Chiu Tai-yuan (邱泰源), Menteri Lingkungan Hidup Peng Chi-ming (彭啓明), dan Menteri Urusan Digital Huang Yen-nun (黃彥男).
Menurut Wapres Hsiao, Presidential Hackathon telah meraih pujian dalam dan luar negeri dalam menampilkan semangat Kabinet Aksi Inovasi AI. Sejak diluncurkan pada tahun 2018, telah dikumpulkan lebih dari 1.100 proposal kreatif, diseleksi 30 tim berprestasi, dengan solusi yang secara bertahap diintegrasikan ke dalam kebijakan nasional.
Hsiao mengatakan, "Presiden Lai pernah menyampaikan harapannya untuk bekerja sama dengan semua lapisan masyarakat untuk membangun Taiwan yang sehat, yang diusung melalui tiga prinsip yaitu kerja sama, pengenalan teknologi, dan perluasan wawasan. Elemen-elemen ini juga sejalan dengan semangat Presidential Hackathon, yang berbasis lintas batas dalam mempromosikan kolaborasi publik-swasta dalam pendekatan lintas domain, menggabungkan data terbuka dan teknologi untuk mengusulkan solusi kreatif, dan akhirnya mengimplementasikan hasil proposal, memperluas cakupan penerapan, dan mempromosikannya ke komunitas internasional."
Menggemakan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang diumumkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, Presidential Hackathon mendorong para inovator dari seluruh dunia untuk mengusulkan solusi bagi aplikasi data guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong inovasi tata kelola.
Proposal yang diajukan harus fokus pada tema inti “Digital” dan “Hijau,” mencari solusi inovatif yang menggabungkan teknologi digital, informasi dan komunikasi, dan teknologi keberlanjutan net-zero untuk diterapkan pada infrastruktur dan layanan publik digital.