(Taiwan, ROC) Musim panas dan musim gugur akan sering menghadapi taifun, banyak warga yang menempelkan lakban pada kaca jendela untuk mencegah terjadi kerusakan pada kaca, apakah car aini benar dan efektif? Institut Penelitian Arsitektur dan Bangunan, Kemendagri (Architecture and Building Research Institute, ABRI) telah menjalani uji coba dan menjelaskan, cara penempelan lakban berbentuk X, ternyata memiliki daya tahan terhadap angin paling lemah.

Institut Penelitian Arsitektur dan Bangunan, Kemendagri (Architecture and Building Research Institute, ABRI) telah menjalani uji coba, daya tahan kaca jendela terhadap tekanan angin dengan bentuk penempelan lakban yang berbeda. (foto: Kemendagri)
Kemendagri menyampaikan, banyak toko dan rumah menggunakan lakban untuk memperkokoh kaca jendela saat taifun melanda, untuk memastikan efektif tidaknya, maka Institut Penelitian Arsitektur dan Bangunan, Kemendagri (ABRI) melakukan percobaan ini. ABRI membuat jendela berbingkai aluminium sebesar 2,8 m x 2,0m, kaca biasa setebal 5mm, menempelkan lakban dengan bentuk umum yang sering dilakukan masyarakat seperti berbentuk X, pagar 井, kotak口 atau ditempel lakban dengan rapat, juga menyiapkan jendela kaca tanpa lakban untuk diujicoba dalam ruangan yang terjadi hujan dan angin kencang.
Hasil penelitian menunjukkan, di bawah kondisi angin kencang level 16, jendela kaca yang ditempel lakban mengalami kerusakan, daya tahan terhadap angin lemah dengan urutan sebagai berikut tempelan berbentuk X, dilakban rapat, bentuk pagar dan kotak. Sedangkan kaca jendela tanpa lakban malah lebih kuat nenahan angin kencang di atas level 17, ini membuktikan kaca tanpa lakban lebih kuat menahan tekanan angin, ada kemungkinan dikarenakan dilakban malah menyebabkan bagian kaca tertentu yang menahan tekanan kaca, sehingga risiko pecah semakin tinggi. Untuk memastikan hasil penelitian ini maka dilakukan ujicoba ulang sebanyak 2 kali, hasil percobaan menunjukkan kaca yang dilakban malah daya tahan terhadap angin berkurang. Oleh karena itu, kaca jendela yang dilakban selain tidak bermanfaat untuk daya tahan tekanan angin dan pecah, sebaliknya malah memperlemah daya tahannya.
Kemendagri menambahkan, hasil penelitian ini juga menunjukkan kekuatan kaca dan bingkai jendela yang kokoh, keduanya sangat penting. Jika dikarenakan angin kencang membentuk bingkai berubah bentuk, maka kaca juga berkemungkinan akan retak dan pecah, maka dari itu ketika meningkatkan daya tahan kaca perlu memperkuat bingkai jendela secara bersamaan, ini baru menjadi tindakan mencegah kaca retak, pecah yang efektif.