(Taiwan, ROC) — Sebanyak 518 pembalap dari 30 negara siap bertarung dalam ajang balap sepeda tahunan “2024 Taiwan KOM Challenge”, yang akan dihelat besok (25/10). Tahun ini, rutenya tak hanya mengalami perubahan, tetapi juga dibuat lebih menantang dibandingkan sebelumnya.
Sebanyak 2 pembalap top dari tim Bahrain Victorious, yakni Antonio Tiberi, pemenang jersey putih untuk pembalap muda terbaik di Giro d’Italia, dan Santiago Buitrago yang finis di posisi sepuluh besar di Tour de France 2024, turut diundang untuk mengikuti perlombaan ini. Banyak yang memprediksi keduanya pun akan mencetak rekor baru di rute Taiwan KOM 2.0 yang terkenal berat, dengan puncak pendakian Wuling di ketinggian 3.275 meter.
Dalam konferensi pers yang digelar pada hari ini (24/10), Antonio Tiberi mengungkapkan kegembiraannya bisa datang ke Taiwan dan berkesempatan untuk menantang rute pendakian Wuling bersama para pembalap lainnya. Santiago Buitrago menambahkan bahwa ia memprediksi Taiwan KOM akan menjadi balapan yang sangat menantang, dan berharap dapat tampil sebaik mungkin.

Tak hanya pembalap internasional, Indonesia juga turut ambil bagian dalam Taiwan KOM Challenge tahun ini. Dilansir dari pemberitaan Mainsepeda lewat jejaring IG, sebanyak 8 pembalap Indonesia dari tim Mainsepeda Indonesia, yakni Founder Mainsepeda, Azrul Ananda; CEO Wdnsdy Bike, John Boemihardjo; juara Bentang Jawa, Trihadi Siswanto alias Hadi Tombro; serta penggiat sepeda seperti Roike Hendra (Manado), Yohanes Tekno alias Yoyo (Solo), William (Cirebon), dan Ferry Martalatta Lobis (Kediri). Istri Azrul, Ivo Ananda, yang juga merupakan peraih podium Mainsepeda Trilogy akan ikut menaklukkan tantangan ini.
Kehadiran tim Mainsepeda di Taiwan merupakan hasil kerja sama dengan Taiwan Cyclist Federation, selaku penyelenggara acara dengan dukungan dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei. Sebelumnya, perwakilan dari Taiwan juga ikut memeriahkan event signature Mainsepeda, Bromo KOM X yang diadakan pada Mei lalu.

Dari kubu Taiwan, Ho Yen-yi (何彥誼) telah berlatih intens dengan sering mencoba rute tersebut sebagai persiapan dan berharap dapat terus mengimbangi pembalap internasional hingga mencapai Dayuling. Sedangkan Lee Ting-wei (李廷威) mengingatkan bahwa cuaca besok diperkirakan hujan dan dingin, dan para pembalap harus ekstra berhati-hati saat bertanding serta memberikan kemampuan terbaik mereka.
Tahun ini, rute Taiwan KOM mengalami perubahan signifikan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang dimulai dari Hualien, tahun ini untuk kali pertama akan dimulai dari Yilan. Para peserta akan mendaki dari ketinggian 0 hingga 3.275 meter di puncak Wuling, dengan kemiringan maksimal mencapai 27,3%. Jarak rute juga bertambah dari 100 kilometer di jalur timur Wuling menjadi 150 kilometer, menjadikannya sebagai “Taiwan KOM terberat sepanjang sejarah”. Namun, saat ini hujan deras terus mengguyur wilayah utara Taiwan, dan juga terdapat beberapa laporan akan adanya tanah longsor di jalan raya provinsi nomor 7, sehingga kelangsungan perlombaan ini masih dalam tahap evaluasi.