(Taiwan, ROC) -- “Asosiasi Kebudayaan Taiwan” yang dibentuk oleh Lin Xian-tang (林獻堂), Chiang Wei-shui (蔣渭水), Cai Pei-hua (蔡培火) dan cendikiawan-cendikiawan terkemuka pada tanggal 17 Oktober 1921, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Taiwan akan kebudayaan lokal dan mengapai subyektivitas Taiwan, Asosiasi Kebudayaan Taiwan ini melakukan kegiatan pencerahan budaya, membangkitkan kesadaran perfilman, teater, kesusastraan, musik dan lainnya Taiwan. Untuk mengenang sejarah ini, pemerintah sejak tahun 2001 menjadikannya 17 Oktober sebagai “Hari Budaya Taiwan”.
Untuk mengemakan semangat ini, Museum Budaya Radio Nasional Radio Taiwan International (Rti) yang berlokasi di Minhsiung, Chiayi mengelar serangkaian kegiatan “Permainan Menyenangan Berbasis Penyiaran” dengan poros utama meluncurkan pengalaman tur yang dipandu dengan 5G, berjalan sambil membaca di kawasan jalan Minhsiung, bioskop lapangan terbuka malam hari dan kegiatan-kegiatan seni budaya lainnya, mengundan masyarakat untuk berpetualang dengan dipandu teknologi AR, mengenal industri penyiaran dengan santai dan menarik. Bersamaan dengan itu juga mengatur Ketua Dovoha Cultural Association Ngoo Tsi-khai (吳至鎧) untuk memandu peserta agar lebih mengenal keunikan budaya di kawasan Minhsiung, sedangkan pada malam harinya menayangkan film dokumenter “A Holy Family” yang disutradarai oleh Elvis Lu (盧盈良), yang menghadirkan gambaran humaniora masyarakat Minhsiong layaknya memberikan tampilan wajah baru Minhiung pada para hadiri. Seorang peserta bermarga Lee mengemukakan, dirinya senang dengan kegiatan budaya seperti ini, karena untuk pertama kali yang menyelenggarakan adalah museum penyiaran radio nasional, pemandu dengan 5G yang menarik, dan selama perjalanan dapat mengenal museum dan suasana budaya yang kental di kawasan jalan-jalan Minhsiung, sehingga ia merasa mendapatkan masukan yang banyak dengan mengikuti kegiatan ini.
Kepala Divisi Penyiaran Rti, Guo Zhe-rong (郭榮哲) menyampaikan, semangat dari “Hari Budaya Taiwan” adalah berharap dapat melalui kegiatan pameran, promosi pendidikan dan kegiatan-kegiatan lainnya dapa menyediakan fasilitas budaya untuk berdialog dengan masyarakat, mengerakkan semakin banyak peserta yang turut berpartisipasi dan mengenal budaya serta memperbanyak peluang pertukaran lintas budaya. Pihak museum sangat senang dapat bersama mengelar kegiatan bertema “Permainan Menyenangan Berbasis Penyiaran”, kegiatan berakhir dengan sukses, diharapkan masyarakat dapat menggunakan kesempatan hari libur berkunjung ke Museum Radio Nasional, merasakan budaya penyiaran yang berbeda.