(Taiwan, ROC) —- Industri Taiwan menghadapi kekurangan tenaga kerja dalam beberapa tahun terakhir. Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) secara aktif mempersiapkan untuk memulai perekrutan pekerja migran India.
Menteri MOL, Ho Pei-shan (何佩珊), mengungkapkan bahwa pertemuan tingkat kerja pertama antara Taiwan dengan India sedang berlangsung.
Dengan mempertimbangkan kelayakannya, maka diperkirakan ada 1.000 pekerja migran India yang akan didatangkan, dengan target 5% direkrut dengan metode direct hiring, dan akan bergelut di sektor manufaktur.
Menanggapi pertanyaan dari legislator Partai TPP (Taiwan People’s Party), 陳昭姿, tentang kemajuan yang dibuat setelah penandatanganan nota kesepahaman (MOU) kerja sama ketenagakerjaan dengan India, Menteri MOL mengungkapkan bahwa dengan mempertimbangkan kelayakannya, maka diperkirakan 1.000 pekerja migran India akan segera didatangkan, terutama di sektor manufaktur, dengan target 5% (50 orang) akan direkrut dengan metode direct hiring.
Ho Pei-shan menjelaskan bahwa India tidak memiliki sistem perekrutan direct hiring, sehingga perlu mempertimbangkan kelayakannya.
Rencananya akan dimulai dari 5% dan kemudian ditingkatkan secara bertahap, tergantung pada situasinya.
Dalam sebuah wawancara pada tanggal 16 Oktober 2024, dia juga menyebutkan bahwa isi dan tanggal pertemuan kerja Taiwan-India masih dalam perencanaan, dan pihak India akan diundang untuk hadir.
Sebelumnya MOL telah membuat pernyataan mengenai pekerja migran India, yang menyatakan bahwa Taiwan tidak menambah negara sumber pekerja migran baru selama lebih dari 20 tahun.
Dibandingkan dengan Singapura yang memiliki 11 negara, Jepang 15 negara, dan Korea Selatan 17 negara, Taiwan saat ini hanya memiliki empat negara sumber pekerja migran utama, yaitu Vietnam, Indonesia, Thailand, dan Filipina.
Jika tidak menambah sumber pekerja migran, maka hal ini dicemaskan dapat berdampak pada perkembangan industri, ekonomi, dan sosial, yang juga akan membuat Taiwan terlampau bergantung pada negara tertentu.
Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan akan menjunjung tinggi prinsip "terus mengembangkan negara sumber pekerja migran baru" dalam merealisasikan perencanaannya.