(Taiwan, ROC) —- Menurut peringkat terbaru tentang "Kota dengan Lalu Lintas Terburuk di Asia", ada 4 kota di Taiwan yang ternyata masuk dalam daftar.
Pertama, adalah kota Taichung. Kota Taichung yang ternama karena surga kulinernya, kini telah menjadi "neraka lalu lintas".
Menurut statistik dari "TomTom", perusahaan navigasi dan perangkat GPS asal Belanda, Taichung menempati peringkat ke-4 dalam daftar "Kota dengan Lalu Lintas Terburuk di Asia" dan peringkat ke-14 di dunia.
Waktu tempuh rata-rata untuk jarak 10 kilometer mencapai 26 menit 50 detik, yang berarti pengguna jalan harus menghabiskan 71 jam per tahun hanya untuk terjebak macet.
Dan situasi di Taichung hanyalah puncak gunung es dari kekacauan lalu lintas di Taiwan.
Kota-kota lain, misal Kaohsiung berada di peringkat ke-6 di Asia dan ke-17 di dunia, Tainan di peringkat ke-10 di Asia, dan Taipei di peringkat ke-11.
Tentu saja, peringkat ini menimbulkan perasaan campur aduk, karena tidak ada yang ingin bangga dengan lalu lintas kota mereka yang semrawut.
Beralih ke peringkat global, London di Inggris menduduki peringkat pertama, dengan waktu tempuh rata-rata 37 menit 20 detik untuk berkendara sejauh 10 kilometer!
Belum lagi, penduduk London harus menghabiskan 139 jam ekstra di dalam mobil selama jam sibuk setiap tahunnya.
Dublin di Irlandia dan Toronto di Kanada masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga. Meskipun Taichung tidak masuk tiga besar, tetapi peringkat ke-14 di dunia sudah cukup memalukan.
Menanggapi berbagai kekacauan akibat lalu lintas yang padat, pemerintah di Taiwan telah mulai memperberat hukuman bagi pengemudi yang tidak mengalah kepada pejalan kaki, dengan denda maksimal mencapai NT$6.000.
Namun, tampaknya perlu waktu lebih lama agar langkah-langkah ini benar-benar efektif.
Bagaimanapun, baik itu "neraka bagi pejalan kaki" atau "mimpi buruk kemacetan", semua warga tentu berharap untuk menguranginya di masa depan, agar semua orang dapat menikmati hidup dengan lebih mudah, daripada terjebak macet di dalam mobil!